Satu lagi santri Fresh Graduate atau yang baru lulus dari MA Al-Ishlah Sendangagung Paciran Lamongan lolos masuk Al-Azhar Kairo Mesir.
Informasi tersebut dikirim di grup WhatsApp oleh Ustadz Pembimbing Santri Al-Ishlah ke Timur Tengah, Ustadz Agus Susilo Lc, Jumat (05/06/2026).
Kabar gembira masuknya dua santri MA Al-Ishlah Sendangagung melengkapi kebahagian keluarga besar Pondok Pesantren (Ponpes) Al-Ishlah yang sedang memasuki Dasawarsa ke-4 Al-Ishlah atau Milad ke-40 Al-Ishlah.
Santri Pendiam yang Gigih
Setelah Guntur Dwi Sasana Putra santri dari Gresik, kini menyusul Elfa Syarifuddin Kholil, santri pendiam ini beralamat Desa Sarirejo Kecamatan Balen Kabupaten Bojonegoro.
Elfa yang lahir pada 7 September 2007 dari pasangan Kholil Rohman dan Siti Zulaihah tersebut dikenal memiliki semangat belajar yang gigih pantang menyerah,
Elfa kecil mempunyai rasa ingin tahu sangat tinggi, dan aktif dalam segala kegiatan sampai sampai tidak bisa diam.
Hal tersebut diceritakan oleh ayahnya, Kholil Rohman yang juga tokoh Muhammadiyah di PCM Balen Bojonegoro.
“Ya pokoknya ada saja yang dilakukan, dan kurang minat dalam hal akademis lebih suka hal-hal praktik non akademik. Namun setelah 6 tahun mondok di Al-Ishlah, dia lebih serius ingin kuliah ke Timur Tengah” cerita Ketua Majelis Dikdasmen PCM Balen periode 2015-2020 ini.
“Baginya Al-Ishlah adalah tempat pendidikan terbaik, karena dari Al-Ishlah dia merasa mendapatkan banyak hal yang mungkin tidak akan didapatkan ketika di luar Al-Ishlah, mulai dari disiplin waktu, manajemen waktu, latihan untuk bersabar, dan lainnya” imbuhnya.
“Mulai dari hal-hal kecil hingga yang besar bisa merubah hidup saya, di Al-Ishlah juga saya mendapatkan banyak motivasi yang merubah pola fikir saya, yang merubah pandangan saya dan masih banyak hal yang tidak bisa saya sampaikan satu persatu” timpal Elfa Syarifuddin Kholil.
Al-Ishlah bagi Elfa
Lebih lanjut, Elfa berujar bahwa ia mendapat banyak hal baru dari Al-Ishlah yang sangat berdampak pada sifat, karakter, dan emosionalnya.
“Karena di Al-Ishlah saya bisa dilatih berorganisasi dengan baik dan benar sehingga siap untuk dilepas untuk membenahi masyarakat” timpal alumnus yang pernah menjabat Ketua Besma (Badan Eksekutif Siswa Madrasah Aliyah) ini.
Menurut Ustadz Agus Susilo, kedua santri tersebut dijadwalkan mengikuti tes Tahdid Mustawa Lughah (untuk menentukan level) pada Senin (15/06/2026).
“Karena ada kewajiban i’dad lughah makin tinggi levelnya makin cepat keberangkatan ke Kairo” ujar alumnus Al-Azhar Kairo tahun 2013 ini.
“Jadi, keberangkatan Guntur dan Elfa belum bisa dipastikan kapan berangkat, menunggu hasil tes Tahdid Mustawa” imbuh pria asli Labuhan Brondong Lamongan ini.
Sebagai alumnus Al-Azhar, ia berpesan untuk dua calon mahasiswa Al-Azhar itu agar cepat beradaptasi dengan budaya dan bahasa yang sepenuhnya berbeda, kemudian minum ‘Air Nil’ (ilmu) sebanyak-banyaknya.
“Dan sebagai guru Al-Ishlah saya amat terkesan dan bangga untuk suksesnya dua anak ini. Semoga menjadi penyemangat adik kelasnya sehingga Al-Ishlah tiap tahun bisa mengantarkan santri kuliah ke luar negeri khususnya Al-Azhar Kairo” pungkas suami Rosydina RQ ini. (*)





0 Tanggapan
Empty Comments