Dua siswa MI Muhammadiyah 1 Pare (Mimsapa) berhasil meraih Special Award dalam Festival Anak Sholeh Muhammadiyah (Fashmu) III Jawa Timur yang digelar di Universitas Muhammadiyah Lamongan (UMLA), Sabtu (25/7/2026). Prestasi tersebut menjadi kebanggaan bagi Mimsapa sekaligus kontingen Majelis Tabligh Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Kabupaten Kediri.
Fashmu III merupakan agenda pembinaan dan kompetisi yang diselenggarakan Majelis Tabligh Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM) Jawa Timur. Kegiatan ini menjadi wadah silaturahmi sekaligus pengembangan potensi generasi Muhammadiyah melalui berbagai cabang perlombaan keislaman yang diikuti peserta dari berbagai daerah di Jawa Timur.
Pada ajang tersebut, Mimsapa mengirimkan lima siswa untuk mengikuti tiga cabang lomba, yakni Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ), Musabaqah Hifdzil Qur’an (MHQ), dan Pemilihan Da’i Cilik (Pildacil). Kelima peserta tersebut ialah Zhada Syarif Ataqillah, Aiko Areyana, Muhammad Abid Mubarok, Ameira Hanaya Satya, dan Mikhayla Bellvania Aqila Arta.
Dari lima peserta yang bertanding, Muhammad Abid Mubarok berhasil meraih Special Award pada cabang Musabaqah Hifdzil Qur’an (MHQ). Sementara itu, Mikhayla Bellvania Aqila Arta memperoleh Special Award pada cabang Pemilihan Da’i Cilik (Pildacil).

Keberhasilan tersebut menjadi buah dari proses pembinaan, latihan yang intensif, serta pendampingan yang dilakukan guru selama masa persiapan menuju Fashmu III.
Rahma, pendamping cabang Musabaqah Hifdzil Qur’an (MHQ), mengungkapkan rasa syukur atas perjuangan seluruh peserta yang telah memberikan penampilan terbaik.
“Kami sangat bangga dengan perjuangan anak-anak. Baik yang berhasil meraih penghargaan maupun yang belum, semuanya telah menunjukkan usaha yang luar biasa. Semoga pengalaman ini menjadi motivasi untuk terus belajar dan meningkatkan kemampuan mereka,” ujarnya.
Prestasi yang diraih di Fashmu III diharapkan menjadi penyemangat bagi seluruh siswa Mimsapa untuk terus mengembangkan potensi, meningkatkan prestasi, serta menumbuhkan kecintaan terhadap Al-Qur’an dan dakwah Islam sejak usia dini.
Madrasah juga berharap capaian tersebut dapat memotivasi peserta didik lainnya agar berani mengikuti berbagai ajang pengembangan diri, sehingga lahir generasi Muhammadiyah yang berprestasi, berkarakter, dan memiliki semangat belajar sepanjang hayat. (*)





0 Tanggapan
Empty Comments