Dalam masalah penciptaan, Allah memiliki kehendak sendiri. Tentu ada maksud dan tujuan manusia diciptakan. Namun, masih banyak manusia yang mempunyai anggapan atau persangkaan yang keliru dalam menanggapi kehidupan ini.
Persangkaan yang dimaksud adalah persangkaan manusia yang bertentangan dengan apa yang telah dijelaskan Allah Subhaanahu wa Ta’ala dalam Al-Qur’an.
Setidaknya terdapat dua persangkaan yang perlu diluruskan.
Pertama: Iman Tidak Diuji
Menjadi orang yang beriman tidak otomatis membuat seseorang masuk surga. Sebab, menuju surga membutuhkan perjuangan dan pengorbanan.
Kita yakin bahwa Allah akan menguji kita. Namun, ada manusia yang beranggapan bahwa setelah menyatakan beriman, mereka akan dibiarkan tanpa ujian.
Padahal, semua orang yang beriman tidak terlepas dari ujian. Mereka pasti mendapatkan ujian, sebagaimana firman Allah Subhaanahu wa Ta’ala:
QS. Al-‘Ankabut: 2–3
“Apakah manusia itu mengira bahwa mereka dibiarkan (saja) mengatakan: “Kami telah beriman”, sedang mereka tidak diuji lagi?” (QS. Al-‘Ankabut:( 2)
Dalam ayat selanjutnya, Allah berfirman:
“Dan sesungguhnya kami telah menguji orang-orang yang sebelum mereka, maka sesungguhnya Allah mengetahui orang-orang yang benar dan sesungguhnya Dia mengetahui .” orang-orang yang dusta ” (3)
Dua ayat tersebut menjelaskan bahwa keimanan yang dimiliki seseorang tetap akan diuji. Informasi ini menjadi perhatian agar orang yang beriman menyadari bahwa kehidupan ini penuh dengan ujian yang harus dihadapi dengan sabar dan tawadhu’.
Tentang adanya ujian berupa keburukan dan kebaikan juga telah diterangkan dalam QS. Al-Anbiya’: 35:
“Tiap-tiap yang berjiwa akan merasakan mati. Kami akan menguji kamu dengan keburukan dan kebĺaikan sebagai cobaan (yang sebenar-benarnya). Dan hanya kepada Kamilah kamu dikembalikan.”Al-Anbiya 35
Semua orang yang beriman akan merasakan kematian. Sebelumnya, manusia akan diuji dengan kebaikan dan keburukan dalam kehidupan yang fana’ ini. Nantinya, kita semua akan kembali kepada Allah Subhaanahu wa Ta’ala.
Dari ayat tersebut pula, dapat dipahami bahwa persangkaan bahwa hidup tidak akan diuji merupakan pernyataan yang keliru.
Kedua: Kehidupan Dunia Tidak Dipertanggungjawabkan
Persangkaan kedua adalah anggapan bahwa kehidupan dunia tidak dipertanggungjawabkan.
Manusia yang hidup seenaknya tanpa menghiraukan aturan agama menandakan bahwa dirinya tidak berpikir untuk meraih amal saleh sebagai bekal di hari akhirat. Pada hari itu, manusia akan dimintai pertanggungjawaban.
Kehidupan dunia merupakan kesempatan untuk memperbanyak amal saleh sebagai jalan menuju kelompok orang-orang yang bertakwa.
Allah Subhaanahu wa Ta’ala mengingatkan kita dalam firman-Nya, QS. Al-Baqarah: 48:
“Dan jagalah dirimu dari (azab) hari (kiamat, yang pada hari itu) seseorang tidak dapat membela orang lain, walau sedikitpun; dan (begitu pula) tidak diterima syafa’at dan tebusan dari padanya, dan tidaklah mereka akan ditolong.
Dalam Tafsir Al-Muyassar dijelaskan:
“Takutlah terhadap hari kiamat suatu hari yang tak seorangpun dapat memberikan manfaat bagi orang lain dan Allah tidak menerima syafaat bagi orang-orang kafir, serta tidak menerima tebusan dari mereka meskipun berupa semua kekayaan yang ada di muka bumi. Pada hari itu tidak ada seorangpun yang memiliki kemampuan untuk maju untuk menolong dan menyelamatkan mereka dari siksaan.”
Ayat dan penjelasan tersebut mengingatkan bahwa kehidupan dunia bukanlah kehidupan tanpa pertanggungjawaban. Setiap manusia perlu mempersiapkan amal sebagai bekal untuk kehidupan akhirat.
Menjadikan Ujian sebagai Penguat Keimanan
Sebagai penutup, adanya ujian bagi orang yang beriman, baik ujian berupa keburukan maupun kebaikan, seharusnya semakin meningkatkan diri untuk bersyukur kepada Allah Subhaanahu wa Ta’ala.
Ujian juga mengajarkan manusia untuk menjauhi kebosanan dan keputusasaan dalam menggapai kebaikan.
Adanya pertanggungjawaban setiap individu kelak di hari pembalasan di hadapan Ilaahi semestinya menyurutkan keinginan untuk menyimpang dari aturan-Nya.
Sebaliknya, kesadaran tersebut perlu menjadi semangat untuk terus menabur kebaikan di mana saja kita berada.
Semoga bermanfaat.





0 Tanggapan
Empty Comments