Iklan Mudipat Landscape
Iklan Mudipat Mobile

Belajar dari Kalam Al Ghazali: Cermin bagi semua

Iklan Landscape Smamda
Belajar dari Kalam Al Ghazali: Cermin bagi semua
Baik pemimpin atau rakyatnya, ketika ajaran Islam hanya dilagakkan dan tidak dipraktekkan dalam kehidupan, maka bagi pemimpin akan melahirkan kesewenang-wenangan, sedangkan bagi rakyat akan menjadi penjilat. (Ahmad Rusdi/PWMU.CO).
Oleh : Ahmad Rusdi

Imam Al-Ghazali pernah berkata “Negara dengan pemimpin sewenang-wenang akan hancur, meskipun muslim. Negara dengan pemimpin yang adil akan selalu jaya, meskipun kafir”.

Bilamana kita renungkan kalam Al Ghazali tersebut dengan tenang dan mendalam, dapatlah kita katakan bahwa setiap keadilan akan membawa kepada sentosa. Dan setiap kesewenangan akan membawa pada nestapa, terlepas apapun agama dari pembawa kedua nilai tersebut.

Perkataan Al Ghazali itu sejatinya tidak hadir dalam ruang hampa. Ada konteks kenapa beliau mengatakan ungkapan tersebut, kalau kita baca sejarah.

Beliau hidup di abad ke 5 Hijriyah, di mana umat Islam waktu itu mengalami disintegrasi (perpecahan) politik, kemunduran moral, serta pertentangan pemikiran antar aliran teologi dan filsafat.

Kondisi umat Islam yang rapuh dari dalam itulah yang menjadi pintu masuk bagi musuh-musuh Islam untuk menancapkan jarumnya. Dan benar saja, umat Islam dalam keadaan compang-camping itu dimanfaatkan dengan baik oleh pihak musuh.

Maka berkobarlah perang salib yang membuat dunia Islam menjadi mundur, dan akibat dari perang tersebut dampak dan lukanya masih terasa hingga sekarang.

Lewat ungkapan tersebut, Al Ghazali coba mengkritik sekaligus mengingatkan kepada semua umat Islam.

Baik pemimpin atau rakyatnya, ketika ajaran Islam hanya dilagakkan dan tidak dipraktekkan dalam kehidupan, maka bagi pemimpin akan melahirkan kesewenang-wenangan, sedangkan bagi rakyat akan menjadi penjilat.

Kalau hal semacam ini terjadi dalam sebuah negara dan berlangsung lama, maka negara tinggal menunggu kehancurannya.

SMPM 5 Pucang SBY

Kejayaan atau kemunduran sebuah bangsa datangnya silih berganti, dan penyebab utamanya adalah perilaku manusia itu sendiri. Eropa atau dunia barat di abad pertengahan pernah gelap sinarnya.

Itu akibat dari kesewenang-wenangan pemimpin yang berkongsi dengan kaum agama untuk menindas kaum lemah.

Apa yang terjadi di masa kegelapan Eropa, telah berpindah ke dunia timur, khususnya dunia Islam. Di mana pemimpin, ulama’ dan umat telah tergiur oleh kemewahan dunia, hukum agama hanya dijadikan alat legitimasi untuk melancarkan nafsu syahwatnya.

Inilah penyakit yang dikhawatirkan Rasulullah akan menimpa umatnya yang disebut dengan penyakit Wahn (terlalu cinta dunia dan takut akan kematian), sejak nubuat itu diungkapkan oleh Rasulullah saw, kebenaran sejarah selalu membuktikannya.

Dalam pada itu mari belajar dan merenungkan kembali apa yang telah dikatakan oleh Khujjatul Islam dalam ungkapannya itu.

Kalau boleh diambil sebuah kesimpulan bahwa sesungguhnya Islam dan ajarannya senantiasa baik, yang tidak baik adalah perilaku dari pemeluk-pemeluknya yang tidak sejalan dengan ajaran agamanya.

Revisi Oleh:
  • Danar Trivasya Fikri - 18/09/2026 18:50
SD Kreatif

Baca Lainnya

Adv UMSURA

0 Tanggapan

Empty Comments

Search
Menu