Iklan Mudipat Landscape
Iklan Mudipat Mobile

IPM Sekolah Kreatif Baratajaya, Tempat Siswa Ditempa Jadi Pemimpin

Iklan Landscape Smamda
IPM Sekolah Kreatif Baratajaya, Tempat Siswa Ditempa Jadi Pemimpin
Pembukaan acara Latihan Dasar Kepemimpinan Siswa (LDKS) di hall lantai 3 Sekolah Kreatif Baratajaya (19/9/2026). Foto: Ahmad Mahmudi/PWMU.CO
pwmu.co -

Kepemimpinan tidak lahir secara instan. Ia membutuhkan proses, pengalaman, dan keberanian untuk terus belajar. Pesan tersebut disampaikan Wakil Kepala SD Muhammadiyah 16 Surabaya Suyono, S.Si., saat membuka Latihan Dasar Kepemimpinan Siswa (LDKS) Ikatan Pelajar Muhammadiyah (IPM) Sekolah Kreatif Baratajaya, Jumat (19/6/2026).

Di hadapan peserta LDKS yang mengenakan jas almamater IPM di Hall Lantai 3 Sekolah Kreatif Baratajaya, Suyono menegaskan bahwa IPM bukan sekadar organisasi tempat siswa berkegiatan.

“Selamat berproses dalam suatu organisasi otonom Muhammadiyah. IPM adalah salah satu organisasi pelajar yang mewadahi pelajar seperti kalian,” ujar Suyono.

Menurut Suyono, keterlibatan siswa dalam organisasi menjadi kesempatan untuk memperoleh pengalaman yang tidak selalu didapatkan melalui pembelajaran di kelas.

“Selama mengikuti acara ini tentu banyak ilmu yang akan kalian terima terkait dengan kepemimpinan, organisasi, dan juga ke-Muhammadiyahan,” katanya.

Ia berharap proses yang dijalani peserta selama LDKS dapat menjadi bagian dari pembentukan karakter kepemimpinan siswa.

“Harapannya di IPM ini kalian ditempa menjadi leader yang siap menjawab tantangan masa depan yang semakin kompleks,” tuturnya.

Pesan tersebut menjadi salah satu penekanan utama dalam pembukaan LDKS. Siswa tidak hanya diajak memahami bagaimana organisasi bekerja, tetapi juga disiapkan untuk menghadapi berbagai tantangan yang akan mereka temui pada masa mendatang.

“Selamat untuk mengikuti pelatihan,” ucap Suyono mengakhiri sambutannya.

Tepuk tangan meriah langsung memenuhi ruangan setelah Suyono membuka kegiatan. Sebelumnya, acara dibuka oleh Raih Harmonia Ilmi dan Elora Kalani Aulia sebagai pembawa acara.

Mars Muhammadiyah dan Mars IPM kemudian menggema di Hall Lantai 3. Violina Sakhiyya bertugas sebagai dirijen. Suasana berubah khidmat ketika Ghaziya Hafizha Faiha Lubna melantunkan ayat-ayat suci Al-Quran.

Setelah pembukaan, kegiatan dilanjutkan dengan pre-test yang dipandu Pembina IPM Sekolah Kreatif Baratajaya Nasyiatul Lailah, S.Pd., bersama kader PC IPM Ngagel.

Mereka adalah Aurelia Halawatia selaku ketua, Rizka Putri Pertiwi sebagai Ketua Bidang ASBO, Aisyah Almira Dewanda sebagai Ketua Bidang Perkaderan, serta Nazneen Putri sebagai anggota Bidang Pengembangan Kreativitas dan Kewirausahaan yang juga merupakan alumni Sekolah Kreatif Baratajaya.

SMPM 5 Pucang SBY

Dalam pre-test tersebut, peserta tidak hanya diminta menjawab pertanyaan mengenai organisasi dan IPM. Mereka juga diajak menuliskan harapan terhadap perkembangan IPM di sekolah.

Lailah menjelaskan, aktivitas tersebut dirancang untuk mengetahui sejauh mana pemahaman siswa sekaligus membuka ruang bagi mereka untuk menyampaikan gagasan.

“Pre-test ini tidak sekadar mengetahui pemahaman peserta, tetapi ini bagian dari student voice untuk mengisi bagaimana IPM Sekolah Kreatif Baratajaya akan berjalan,” jelas Lailah.

Pendekatan tersebut membuat siswa tidak hanya menjadi peserta dalam kegiatan kaderisasi, tetapi juga diberi ruang untuk menyampaikan pandangan mengenai organisasi yang akan mereka jalankan.

Ketua IPM Sekolah Kreatif Baratajaya Noura Malia mengaku bersyukur seluruh anggotanya bersedia mengikuti LDKS.

“Saya bersyukur karena semua anggota bersedia mengikuti LDKS,” ujar Noura.

Sementara itu, Ketua PD IPM Surabaya Annisa Fitria Putri memberikan materi mengenai organisasi IPM. Ia menjelaskan sejarah berdirinya IPM hingga kedudukannya sebagai salah satu organisasi otonom Muhammadiyah.

Materi tersebut menjadi bekal bagi peserta untuk memahami identitas, sejarah, serta arah gerakan IPM.

Melalui materi dan proses kaderisasi tersebut, siswa tidak hanya mendapatkan pemahaman mengenai organisasi, tetapi juga belajar mengenai kepemimpinan, tanggung jawab, kerja sama, dan keberanian mengambil peran.

LDKS akhirnya menjadi lebih dari sekadar agenda pelatihan. Pesan Suyono tentang pentingnya proses menjadi pemimpin dipertemukan dengan ruang belajar, pengalaman berorganisasi, dan suara siswa.

Dari proses tersebut, kader-kader muda IPM Sekolah Kreatif Baratajaya mulai ditempa untuk mengambil peran dan menghadapi tantangan masa depan.

Revisi Oleh:
  • Satria - 19/09/2026 23:53
SD Kreatif

Baca Lainnya

Adv UMSURA

0 Tanggapan

Empty Comments

Search
Menu