SMP Muhammadiyah 11 Candi (SMP MIICA) membekali peserta didik dengan pengetahuan dan keterampilan menghadapi bencana melalui Program Masa Ta’aruf dan Adaptasi Nilai-nilai Islami (Madani). Kegiatan yang berlangsung pada Selasa (21/7/2026) setelah Salat Zuhur itu menghadirkan tim Muhammadiyah Disaster Management Center (MDMC) Sidoarjo sebagai narasumber.
Program ini bertujuan membentuk peserta didik yang tangguh, memiliki kesiapsiagaan menghadapi situasi darurat, serta menumbuhkan kepedulian terhadap keselamatan diri dan lingkungan.
Dua narasumber dari MDMC Sidoarjo hadir dalam kegiatan tersebut, yakni Ustaz Rubianto, yang membawakan materi Mitigasi dan Upaya Penanggulangan Bencana Hidrometeorologi di Tengah Krisis Ekologis, serta Ustaz Sa’dulloh, yang menyampaikan materi tentang Satuan Pendidikan Aman Bencana (SPAB).
Kepala SMP MIICA, Ustaz Ibnu Rusdy, S.Pd.I., M.Pd., mengatakan kehadiran tim MDMC merupakan bagian dari komitmen sekolah dalam membangun karakter peserta didik yang siap menghadapi berbagai tantangan kehidupan.
“Terdapat tiga tujuan utama kami mengundang tim MDMC. Pertama, memberikan pengetahuan mendasar kepada peserta didik tentang kebencanaan. Kedua, sebagai bagian dari upaya mitigasi bencana sejak dini agar siswa memahami langkah-langkah penyelamatan diri. Ketiga, menumbuhkan mental resiliensi sehingga lahir generasi yang tangguh, mampu beradaptasi, dan tidak mudah menyerah ketika menghadapi berbagai musibah maupun tantangan kehidupan,” ujarnya.
Ketua Program Madani SMP MIICA, Ustaz Ali Muchsin, S.Pd.I., menambahkan bahwa pendidikan kebencanaan merupakan bagian penting dalam pembentukan karakter peserta didik.
“Kami berharap anak-anak memiliki keberanian dalam menghadapi berbagai bencana, tidak mudah panik, mampu mengambil keputusan yang tepat, serta dapat menjadi pribadi yang peduli terhadap keselamatan diri sendiri maupun orang lain,” ungkapnya.
Dalam sesi materi, tim MDMC menjelaskan berbagai jenis bencana sebagaimana diatur dalam Undang-Undang Nomor 24 Tahun 2007, meliputi bencana alam, nonalam, dan bencana sosial.
Peserta juga dikenalkan dengan peran MDMC sebagai lembaga penanggulangan bencana Muhammadiyah yang aktif dalam kegiatan mitigasi, tanggap darurat, rehabilitasi, hingga rekonstruksi pascabencana.
Selain itu, siswa mendapatkan pemahaman mengenai konsep Satuan Pendidikan Aman Bencana (SPAB) yang bertumpu pada tiga pilar utama, yaitu menciptakan fasilitas belajar yang aman, membangun sistem manajemen kebencanaan di sekolah, serta mengintegrasikan pendidikan kebencanaan ke dalam proses pembelajaran.
Materi semakin menarik ketika narasumber mengajak siswa mempraktikkan prosedur penyelamatan diri saat terjadi gempa bumi.
Para peserta mempelajari teknik Drop, Cover, and Hold On, prosedur evakuasi ketika berada di dalam maupun di luar ruangan, langkah penyelamatan saat berada di dalam kendaraan, hingga pengenalan rambu-rambu evakuasi dan titik kumpul di lingkungan sekolah.
Melalui kegiatan ini, diharapkan peserta didik SMP MIICA tidak hanya memahami teori kebencanaan, tetapi juga memiliki kesiapsiagaan, keberanian, dan kemampuan mengambil keputusan yang tepat ketika menghadapi situasi darurat.
Sebagai sekolah yang mengusung semangat membentuk generasi berkemajuan, berakhlak, dan berdampak, SMP MIICA terus menghadirkan berbagai program pendidikan karakter yang relevan dengan kebutuhan zaman. Pendidikan kebencanaan menjadi salah satu ikhtiar sekolah dalam menyiapkan generasi yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga tangguh, peduli, dan siap memberikan manfaat bagi masyarakat.






0 Tanggapan
Empty Comments