Lapangan utama Perguruan Muhammadiyah Balongpanggang menjadi saksi bisu kekhusyukan pelaksanaan upacara bendera rutin pada Senin pagi. Berbeda dari biasanya, suasana upacara kali ini berlangsung sangat tertib, rapi, dan penuh khidmat berkat kesiapan matang para petugas dari murid kelas 6.
Upacara ini juga diikuti dengan penuh kedisiplinan oleh seluruh murid dari SMP Muhammadiyah 2 Balongpanggang dan SMA Muhammadiyah 6 Balongpanggang, Senin (27/7/2026).
Keberhasilan para petugas kelas 6 di bawah naungan Wali Kelas Ustadzah Santya Dian Pratiwi, S.Pd. ini tidak lepas dari gemblengan intensif sang pelatih, Ustadz Drs. Sucipto Hadi, M.Pd.I. Mulai dari pengibaran bendera hingga pembacaan doa, seluruh rangkaian acara berjalan dengan lancar.
Petugas Upacara Kelas 6 yang Bertugas:
- Pemimpin Upacara: Adyatama Azka Rajendra
- Pengibar Bendera: Nada Fajria Salsabila, Queen Aurora Azzahra Larasati, dan Hana Hanzalah Junaidi
- Pembawa Acara (MC): Briliiana Jihan Shabira
- Pembaca Doa: Alzam Amrullah
- Pembaca UUD 1945: Ahmad Fahmi Firdaus
- Pembaca Janji Pelajar: Gilang Ramadhan Firmansyah
- Pembaca Pancasila: Nur Lailly Hidayah
- Dirigen: Shafia Az Zahra Al Jalil
- Penjemput Pembina: Azzam Fauzan Nurrahman
- Komandan Kompi: Muhammad Iqbal Ramadhan, Danesh Faeyza Maulana, Rafif Rajendra Pranaga, dan Haikal Ahmad Dhani
Amanat Pembina: “Masa Depan Harus Diraih, Bukan Ditunggu”
Bertindak sebagai Pembina Upacara, Kepala SD Mutu Kagumi, Ustadzah Liza Rahmawati, S.Pd., memberikan amanat yang sangat menyentuh hati dan memacu semangat seluruh peserta upacara, dari tingkat SD hingga SMA.
“Anak-anakku yang sangat Ustadzah banggakan, kalian adalah generasi penerus bangsa. Kepada kalianlah kami berharap untuk melanjutkan perjuangan orang-orang terdahulu,” tutur Ustadzah Liza membuka amanatnya.
Beliau mengingatkan bahwa para pahlawan telah mengorbankan harta, keringat, darah, dan air mata demi kemerdekaan yang dirasakan hari ini, sehingga kemerdekaan bukanlah sebuah hadiah cuma-cuma.
Ustadzah Liza menegaskan bahwa cara terbaik untuk menghargai jasa para pahlawan adalah dengan belajar sungguh-sungguh dan menentukan arah masa depan sejak dini.
“Gantungkan impian kalian, rencanakan masa depan kalian mulai dari sekarang! Tanyakan pada diri kalian mau jadi apa aku kelak? Harus ada skala prioritas dan arah yang jelas untuk mewujudkannya. Tidak bisa hanya sekadar leha-leha, rebahan, dan berbaring,” tegasnya di hadapan ratusan siswa.
Beliau juga berpesan bahwa masa depan yang cerah hanya bisa diraih jika para siswa berani menyingkirkan rasa malas dan menggantinya dengan kerja keras.
“Nak, masa depan itu tidak datang sendiri, masa depan harus diraih dengan kerja keras. Singkirkan rasa malas itu! Kelak, ketika kalian sudah sukses dan menjadi orang hebat, kabarkan kepada kami, kabarkan kepada Ustadz dan Ustadzah,” pungkasnya dengan nada haru.
Amanat yang membakar semangat tersebut menutup rangkaian upacara bendera dengan kesan mendalam, meninggalkan pesan moral yang kuat bagi seluruh siswa untuk terus berjuang meraih cita-cita.(*)





0 Tanggapan
Empty Comments