Semangat Tahun Baru Islam 1 Muharram terasa di SD Muhammadiyah Gresik (Mugres) Kampus B, Senin (15/6/2026). Melalui berbagai kegiatan edukatif dan religius, para murid diajak memahami makna hijrah sebagai upaya menjadi pribadi yang lebih baik dari hari ke hari.
Peringatan 1 Muharram diawali dengan kegiatan kerja bakti membersihkan lingkungan sekolah. Sejak pagi, para murid tampak antusias membersihkan halaman sekolah bersama teman-teman dan guru sebelum bel masuk berbunyi.
Setelah kegiatan kebersihan selesai, para siswa merapikan peralatan kerja bakti dan memasuki kelas untuk mengikuti pembiasaan pagi. Kegiatan diawali dengan pembacaan Ikrar dan Janji Pelajar Muhammadiyah, dilanjutkan berwudu dan melaksanakan salat duha bersama di kelas masing-masing.
Usai pembiasaan pagi, seluruh murid berkumpul di lapangan sekolah untuk mengikuti tausiah peringatan 1 Muharram yang disampaikan oleh Drs. Muji Sucipto.
Dalam tausiahnya, Muji menjelaskan bahwa hakikat hijrah tidak hanya dimaknai sebagai perpindahan tempat, tetapi juga perubahan diri menuju pribadi yang lebih baik. Menurutnya, Allah SWT menghendaki setiap manusia terus memperbaiki kualitas dirinya agar menjadi hamba yang layak mendapatkan kebahagiaan di dunia maupun akhirat.
“Allah SWT selalu menginginkan manusia menjadi lebih baik dari hari ke hari. Karena itu, setiap orang harus terus berusaha memperbaiki diri agar menjadi pribadi yang lebih mulia,” ujarnya.
Sifat Manusia
Muji menjelaskan bahwa setiap manusia memiliki berbagai sifat yang dapat menghambat proses menjadi pribadi yang baik, seperti iri hati, sombong, dan berbuat aniaya kepada sesama. Oleh karena itu, Allah SWT menghadirkan para nabi dan rasul sebagai pembimbing manusia menuju jalan yang benar.
Menurutnya, dalam kehidupan sehari-hari para guru juga memiliki peran penting sebagai pembimbing yang membantu peserta didik tumbuh menjadi pribadi yang berakhlak mulia.
Selain melalui bimbingan para guru, perubahan diri juga dapat dilakukan dengan memperbanyak membaca, memahami, dan mengamalkan Al-Qur’an serta mendengarkan suara hati nurani yang mendorong manusia untuk berbuat kebaikan.
“Jika tidak ada dorongan dari hati nurani, manusia akan sulit berubah menjadi lebih baik. Allah SWT sangat mencintai hamba-Nya, sehingga memberikan berbagai jalan agar manusia dapat meraih keberuntungan di akhirat,” jelasnya.
Meneladani Peristiwa Hijrah Rasulullah
Dalam kesempatan tersebut, Muji juga mengisahkan peristiwa hijrah Nabi Muhammad SAW dari Makkah ke Madinah sebagai salah satu peristiwa penting dalam sejarah Islam.
Ia menceritakan bagaimana Nabi Muhammad SAW menghadapi ancaman dari kaum Quraisy yang berencana mencelakainya. Saat rumah Nabi dikepung oleh puluhan pemuda Quraisy, Rasulullah tetap tenang dan menjalankan strategi hijrah dengan bantuan Ali bin Abi Thalib serta Abu Bakar Ash-Shiddiq.
Muji menjelaskan bahwa peristiwa tersebut mengajarkan banyak nilai penting, seperti keberanian, pengorbanan, kepemimpinan, dan keyakinan kepada Allah SWT.
Ia juga menekankan bahwa Al-Qur’an menjadi pedoman sekaligus sumber kekuatan bagi umat Islam dalam menghadapi berbagai tantangan kehidupan.
“Peristiwa hijrah mengajarkan kepada kita bahwa selain berusaha dengan sungguh-sungguh, seorang muslim juga harus selalu mendekatkan diri kepada Allah dan menjadikan Al-Qur’an sebagai pedoman hidup,” tuturnya.
Setelah mengikuti tausiah, para murid melanjutkan kegiatan dengan makan bekal bersama di depan kelas masing-masing. Suasana kebersamaan dan keceriaan tampak menghiasi kegiatan yang menjadi bagian dari penutup agenda akhir tahun tersebut.
Melalui peringatan 1 Muharram ini, SD Mugres Kampus B berharap para siswa tidak hanya memahami sejarah hijrah Rasulullah SAW, tetapi juga mampu menerapkan nilai-nilai hijrah dalam kehidupan sehari-hari, seperti memperbaiki akhlak, meningkatkan ibadah, dan menumbuhkan kepedulian terhadap lingkungan sekitar. (*)





0 Tanggapan
Empty Comments