Tiga Kekuatan Ini Penting bagi Penanaman Ajaran Islam pada Anak

46
Pasang Iklan Murah
Ustadz Anas Thohir saat memberikan ceramahnya di Akhirussanah Perguruan Muhammadiyah Wotan (Novania/ PWMU.CO)

PWMU.CO – Perhelatan Akhirussanah Perguruan Muhammadiyah Wotan mencapai puncaknya, Ahad (30/6/19) malam. Bertempat di halaman madrasah, kegiatan malam itu berisi wisuda siswa akhir PAUD, TK, TPA, Madrasah Diniyah, MI dan MTs Wotan, serta ditutup dengan pengajian umum.

Ketua Majelis Tabligh Pimpinan Daerah Muhammadiyah Gresik Anas Thohir SAg MPd yang menjadi penceramah mengawaki uraiannya dengan bertanya pada hadirin, “Ibu Ibu, Bapak-Bapak, kepingin anaknya kelak jadi orang pinter atau orang shaleh?”

iklan

“Shaleh!” jawab penonton serempak.

Anas lalu mengutip surat Al-Anbiya ayat 105, “Sesungguhnya bumi itu akan diwariskan kepada hamba-hamba Allah yang shalih.” Seseorang yang shalih, ujarnya, pasti akidahnya kuat.

Ia lalu menuturkan tiga poin penanaman ajaran Islam pada anak menurut Alquran. “Yang pertama adalah, quwwatul aqidah yakni penguatan akidah kepada anak,” ungkapnya.

Islam, kata Anas, meletakkan pendidikan akidah di atas segala-galanya. Maka dari itu, kewajiban orangtua adalah memberi pesan kepada anak-anaknya untuk senantiasa beribadah kepada Allah semata. ‘Tertanamnya akidah dalam lubuk hati anak-anak, sehingga tidak ada yang disembah melainkan Allah Taala semata,” tambahnya.

Selanjutnya quwwatul ilmi, seperti disebutkan dalam surat Al-Mujadalah ayat 11, “Allah akan mengangkat derajat orang-orang yang beriman di antaramu dan orang-orang yang diberi ilmu beberapa derajat.”

Ia menegaskan, ilmu sudah pasti harus dimiliki karena siapa yang ingin tahu hiruk pikuk dunia maka dengan ilmu. “Karena ilmu mengantarkan orang menjadi hebat baik di dunia dan lebih-lebih di akhirat,” ujarnya.

Yang terakhir, kekuatan doa orangtua pada anaknya. “Mendoakan anak tidak sekedar mengangkat tangan dan berdoa untuknya. Namun juga disertai dengan amalan shalih lainnya seperti mengaji, shalat sunah, atau berpuasa dengan harapan Allah mengangkat derajat anak-anaknya,” ujar Anas Thohir.

Pengajian umum ini selesai tepat pukul 23.30 WIB. Meskipun larut malam, hadirin tetap tinggal di tempat hingga membuat kagum Anas Thohir. (Novania Wulandari)