Pengajian Ahad Pagi Aisyiyah Tanggulangin: Senam Dulu sebelum Ngaji

159
Pasang Iklan Murah
Senam sebelum pengajian. (Istimewa/PWMU.CO)

PWMU.CO – Ada pemandangan menarik pada Pengajian Ahad Pagi Pimpinan Cabang Aisyiyah (PCA) Tanggulangin di Masjid Al-Falah Banjarpanji, Tanggulangin, Sidoarjo, Ahad (21/7/19).

Pasalnya, sebelum ngaji ibu-ibu Aisyiyah mengikuti senam kesehatan sekitar 15 menit yang dipandu oleh salah satu dari jamaah Asyiyah. Tampak mereka terlihat senang dan ceria mengikutinya.

Ketua PCA Tanggulangin Dra Yanik Erlina menjelaskan, kegiatan senam ini ditunggu oleh semua jamaah. “Sebab sempatnya senam sebagian mereka cuma di ini. Di samping ini adalah program dari Majelis Kesehatan. Jadi ada sinergi dengan Majelis Tabligh,” terangnya.

Dia menjelaskan, senam seperti ini sudah lama dilakukan. “Kira-kira dua periode ini berlangsung,” ucapnya.

iklan

Setelah senam baru dimulai acara pembukaan, pembacaan ayat suci Alqur’an, dan dilanjutkan dengan ceramah agama oleh Ustadz Buali Rahmat.

Dalam kajiannya dia mengupas tentang orang-orang bertakwa yang bersemangat menuntut ilmu dan berkiprah dalam kehidupan sehari-hari.

Ustadz Buali Rahmat sedang menyampaikan ceramah. (Istimewa/PWMU.CO)

Usai kajian yang berlangsung sekitar satu jam para peserta menikmati makan bersama. Kajian yang diikuti oleh PCA dan Pimpinan Ranting Aisyiyah (PRA) se-Tanggulangin ini berlangsung setiap Ahad dan tempatnya berpindah-pindah dari PRA ke PRA lainnya.

Menurut Yanik pengajian ini memiliki tema yang berbeda-beda tiap pekannya. Ahad Tafsir Alquran oleh Ustadz Eko Asmanto; Ahad kedua gabungan dengan Pimpinan Cabang Muhamadyah (PCM) Tangulangin di Kedung Banteng; Ahad ketiga Riyadhus Shalikhin, Ustadz Buali Rahmat; dan Ahad keempat kalian tematik oleh Ustadz Taufichurrohman.

“Bila ada Ahad kelima biasanya kita isi lain-lain denga pembicara yang berbeda-beda atau ustad lain daerah. Pernah juga kami minta dari Dinkes/Puskesmas dan dari Ikatan Apoteker Indonesia (IAI) tentang aturan minum obat yang benar,” ungkapnya.

Yanik mengaku, di setiap kajian itu terkumpul infak minimal Rp 700 ribu. “Alhamddillah bisa buat operasional kegiatan PCA,” ujarnya. (Hidayatulloh)