One Day Sport Smamio: Dari Olahraga Modern hingga Tradisional

82
Pasang Iklan Murah
Doa pagi sebelum One Day Sport di Smamio. (Disa Yulistian/PWMU.CO)

PWMU.CO – “One Day Sport” menjadi salah satu agenda baru di SMA Muhammadiyah 10 GKB—atau biasa disebut Smamio. Kegiatan tersebut rutin digelar setiap Jumat pagi.

Seluruh siswa melaksanakan olahraga secara serentak yang dimulai dengan senam bersama. Sebelum senam, siswa duduk dengan cara berbaris di halaman untuk melantunkan doa pagi terlebih dahulu yang dipimpin oleh Agung Herlangga, siswa kelas XI MIA 1.

Guru Ismuba (Islam Kemuhammadiyahan dan Bahasa Arab) Hudzaifaturrahman SThI menjelaskan, meskipun berkativitas di luar ruangan tak menghilangkan pembiasaan yang sudah dilakukan setiap hari.

“Tak hanya kuat secara fisik, anak-anak harus kuat secara agama juga. Seperti hadist dari Abu Hurairah, seorang Muslim yang kuat lebih baik dan akan dicintai oleh Allah daripada mukmin yang lemah,” ujar Hudzai, sapaan akrabnya.

iklan

Koordinator Rumpun Mata Pelajaran Ismuba dan Non-UN Ririn Masfaridah SPd menjelaskan, One Day Sport dilakukan dengan tujuan mengajak siswa aktif berolahraga setelah empat hari berkutat di dalam kelas menerima pelajaran.

“Kegiatan ini juga bertujuan untuk mengenalkan permainan tradisional kepada anak-anak,” tuturnya. Setiap Jumat, olahraga tradisional yang disajikan meliputi lompat tali, congklak, betengan, bekelan, bulu tangkis, sampai dengan voli.

Respon siswa sendiri merasa antusias dengan agenda baru ini. Mereka senang karena bisa berbaur dengan adik maupun kakak kelas. “Di tahun-tahun sebelumnya kita olahraga hanya dengan satu kelas, sekarang bisa merasakan olahraga bersama bahkan dengan guru-guru juga,” komentar Zahra Zahirah, siswi kelas XII IIS. (*)

Kontributor Disa Yulistian. Editor Mohammad Nurfatoni.

Permainan betengan dalam acara One Day Sport di Smamio (Zumrottus/PWMU.CO)