Ponorogo Siap Jadi Tuan Rumah Musywil Ke-16 Muhammadiyah Jatim

1443
Pasang Iklan Murah
Suasana pertemuan PWM Jatim dengan Ketua PDM Ponorogo dan Rektor Unmuh Ponorogo. (Nadjib Hamid/PWMU.CO)

PWMU.CO – Musyawarah Wilayah (Musywil) Ke-16 Muhammadiyah Jawa Timur baru akan dilaksanakan pada Oktober 2020. Namun geliatnya sudah mulai terasa. Setidaknya setelah Ketua dan Sekretaris Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Ponorogo bersama Rektor Universitas Muhammadiyah Ponorogo (Umpo) menghadap Pimpinan Wilayah Muhammadiyah Jawa Timur (PWM), Jumat (2/8/19).

Ketua PDM Ponorogo Drs Maftuh Bahrul Ilmi mengatakan, Ponorogo siap menjadi tuan rumah Musywil ke-16. “Terima kasih atas kepercayaan PWM Jatim yang akan menempatkan penyelenggaraan Musywil ke-16, di Ponorogo. Kami siap menjadi tuan rumah,” tuturnya.

iklan

Sebagai tuan rumah, lanjut Maftuh, seluruh jajarannya tentu akan menyiapkan dengan sebaik-baiknya sebagaimana yang diamanahkan.

“Ini sebuah anugerah dan amanah yang pasti bermanfaat bagi pengembangan Persyarikatan dan amal usahanya. Oleh karena itu, kami akan laksanakan dengan sebaik-baiknya, bersinergi dengan Universitas Muhammadiyah Ponorogo,” jelasnya.

Maftuh juga berjanji akan menyambut para Musyawirin dengan menampilkan kekhasan budaya Ponorogo. “Insyaallah akan kami tampilkan Reog Santri, dan tentu saja kuliner khas Ponorogo.”

Ekspotorium Unmuh Ponorogo. (Istimewa)

Untuk menyambut gelaran Musywil tersebut, Umpo juga telah menyiapkan gedung pertemuan baru, Ekspotorium, berkapasitas 3.500 orang, yang proses pembangunannya sudah hampir rampung.

“Dari segi sarana prasarana yang diperlukan, insyaallah sudah siap 75 persen. Kekurangannya segera akan kami lengkapi. Toh masih ada waktu satu tahun,” ujar Dr Sulton, Rektor Umpo.

Bagi Sulton, menjadi tuan rumah Musywil adalah kesempatan konsolidasi seluruh potensi untuk membangun reputasi Muhammadiyah dengan semua amal usahanya, baik di level Jawa Timur maupun nasional. “Kami berharap, kegiatan ini membawa berkah bagi Muhammadiyah dan Universitas Muhammadiyah Ponorogo.” (*)

Penulis Nadjib Hamid. Editor Mohammad Nurfatoni.

Bahan dalam Ekspotorium Unmuh Ponorogo. (Istimewa)