Bermain Body Shake Game, Pelajaran Olahraga Ini Jadi Unik

159
Pasang Iklan Murah
Permainan Body Shake Games di SDM 3 Sumberrejo. (Afif/PWMU.CO)

PWMU.CO-Suasana riuh dan heboh anak-anak SD Muhammadiyah 3 ICP (International Class Program) Sumberrejo Bojonegoro terdengar di aula olahraga, Senin (5/8/2019). Anak-anak Fourth Grade (kelas 4) saat itu sedang berolahraga dengan modifikasi permainan.

Permainan dimulai pos satu dengan loncat dan tiarap. Selanjutnya berlari ke pos dua dengan menggoyangkan pinggang sebanyak lima kali. Kemudian berlari ke pos tiga untuk melempar bola ke atas dan menangkapnya sebanyak lima kali. Terakhir kembali ke garis finish dengan gerakan tiarap sambil membawa bola.

iklan

Para siswa berkesan dengan olahraga model ini. Mereka melakukan dengan tawa dan gembira. ”Teacher Alfian menyuruh kita memberi nama sendiri permainan ini. Saya namai Body Shake Game. Soalnya ada goyang-goyangnya di pos kedua,” terang Mazaya Ahza Azzura, murid kelas 4B sambil tertawa.

Wali muridpun merasa senang melihat video keceriaan anak-anak melakukan olah raga yang dikemas jadi sebuah permainan lucu dan heboh. Mereka tak keberatan dengan baju olah raga anaknya kotor.

Guru Olahraga Alfian Asa Sukmana SPd menjelaskan, permainan sederhana untuk melatih gerak lokomotor  yaitu gerak yang dilakukan dari satu tempat ke tempat lain. Non-lokomotor  yakni gerakan di tempat, dan manipulatif yaitu gerakan untuk bertindak melakukan sesuatu bentuk gerak dari anggota badannya secara lebih terampil.

”Materi ajaran ini sesuai dengan kompetensi dasar yang harus dipenuhi oleh peserta didik,” kata dia menjelaskan. Model permainan ini untukmendorong anak-anak tertarik beraktivitas fisik sehingga memenuhi kebutuhan gerak dasar anak-anak. Permainan ini juga upaya membuat anak-anak yang enggan mengikuti pelajaran olahraga menjadi antusias.

Dia juga menambahkan, permainan ini juga dapat meningkatkan kerja sama peserta didik melalui komunikasi dengan kelompoknya. Juga meningkatkan solidaritas antar teman. ”Ketika teman merasa malu atau merasa tidak bisa, maka teman yang lain akan memberi semangat. Serta yang tidak kalah penting adalah nilai sportivitas,” tuturnya.

Kegiatan olahraga ditangani oleh dua orang.  Guru olahraga Alfian Asa Sukmana SPd lulusan Unesa SK3T dan pelatih Tapak Suci Lukman Afif Prihatman. Kolaborasi ini diharapkan bisa menciptakan kreativitas seni olahraga yang lebih diminati anak-anak. (*)

Penulis Muryanti  Editor Sugeng Purwanto