Lewat Kata Simon, Siswa Dua Sekolah Itu Langsung Akrab seperti Saudara

47
Pasang Iklan Murah

PWMU.CO– Sesama siswa Muhammadiyah bersaudara. Jargon itu ditumbuhkan saat bakti sosial bersama siswa SMP Muhammadiyah 13 Campurejo Gresik (Hamas School) dengan SMP Muhammadiyah 12 GKB (Spemdalas). Mereka melaksanakan penyembelihan hewan kurban di Campurrejo, Senin (12/8/2019). 

Siswa Hamas School menyambut kedatangan siswa dan guru Spemdalas saat menuruni bus. ”Kami senang menyambut kedatangan dan berjalan bersama menuju lokasi penyembelihan hewan kurban,” kata Faragita Syahfitri siswa Hamas School.

iklan

Sesampai di Masjid Al Ikhlas, dua rombongan siswa ini masih duduk terpisah saat mengikuti acara penyambutan.

Kepala Hamas School Nurul Wakhidatul Ummah SKom dalam sambutannya menganjurkan siswa Hamas School dan Spemdalas saling berkenalan dan bertukar nomor HP agar persaudaraan tetap terjalin di antara keduanya.

”Silakan saling berkenalan biar tahu itu si Bilqis, itu si Bela, begitu pun sebaliknya,” ungkap Nurul Wakhidatul.

Usai pertemuan, para siswa Hamas School dan Spemdalas naik ke aula untuk acara taaruf. Namun suasana masih kaku belum cair. Hanya segelintir siswa yang berani saling berkenalan dan bercakap-cakap. Lainnya masih duduk ngobrol dengan temannya sendiri.

Melihat suasana dingin itu Wakasek Kesiswaan Nova Elifatul Jannah SPd segera turun tangan memecah kebekuan. Dia memandu siswa segera berdiri untuk memperkenalkan diri satu persatu. Dimulai dari siswa Spemdalas dilanjut oleh siswa Hamas School.

Usai perkenalan Ely, panggilan Nova Elifatul, membuka dengan beberapa game sederhana. ”Saya lihat mereka sudah mulai akrab sehingga  perlu games untuk menumbuhkan kepercayaan antar keduanya dan saling interaksi,” katanya.

Lantas Ely menawarkan kepada siswa untuk memimpin permainan. Masayu Firda Nur Aisyah, siswa Spemdalas yang biasa dipanggil Firda mengangkat tangan. Dia berdiri memberikan game bernama Apa Kata Simon.

”Kalau aku bilang kata Simon angkat tangan, kalian harus angkat tangan. Kalau aku bilang turunkan maka jangan turunkan karena tidak ada kata Simon,” begitu arahan Firda.

Permainan dimulai. Begitu Firda memberikan instruksi kata Simon berdiri, semua berdiri. Kata Simon berpindah tempat, semua siswa berpindah tempat. Kata Simon berpasangan dengan teman lain sekolah, seluruh siswa langsung membaur mencari pasangan antar sekolah. Perempuan tetap dengan perempuan, lelaki dengan lelaki.

”Simon berkata peluk teman pasangan kalian,” kata Firda. Maka mereka berpelukan. Suasana makin cair dan akrab membuat persaudaraan mereka semakin merekat. (*)

Penulis Nafiatul Fitrotin  Editor Sugeng Purwanto