Kesulitan Generasi Milenial Hadapi Era Disrupsi

128
Pasang Iklan Murah
Dimas Lazuardi, paling kanan, dialog dengan peserta LDKS SMAMITA. (Irma/PWMU)

PWMU.CO – Era disrupsi  merupakan fenomena ketika masyarakat menggeser aktivitas-aktivitas yang awalnya dilakukan di dunia nyata ke dunia maya.

Hal ini disampaikan Dimas Lazuardi saat mengisi materi leadership pada Latihan Dasar Kepemimpinan Siswa SMA Muhammadiyah 1 Taman (Smamita) Sidoarjo, Jumat (13/9/2019).

iklan

”Fenomena ini berkembang pada perubahan pola dunia bisnis. Kemunculan layanan tiket online adalah salah satu dampaknya yang paling populer di Indonesia,” jelas Dimas. Dia menjelaskan, pesan tiket pesawat bisa lewat aplikasi online sehingga tidak perlu datang ke bandara.

Era disrupsi harus diiringi dengan pengembangan inovasi.  ”Usia produktif penduduk Indonesia jumlahnya banyak namun terbatasnya lapangan pekerjaan, maka perlu inovasi baru dalam dunia kerja,” kata alumnus SMAMITA  angkatan 2011 ini.

Menurutnya, generasi milenial sekarang memiliki banyak tantangan menghadapi dunia kerja . Walau lulus kuliah dengan IPK baik tapi jika tidak punya pengalaman kerja ,maka perusahaan tidak memperhitungkan.

Saat ini kesempatan untuk mendapat pengalaman kerja pun semakin terbatas, katanya. Berbagai persaingan  menjadi tantangan tersendiri dalam mencari pengalaman kerja.  Upaya untuk memperluas pengalaman bekerja di antaranya bisa dengan bergabung pada program magang yang biasanya ditawarkan oleh banyak perusahaan.

”Melalui proses magang kita dapat mencari ilmu, memperkaya CV dengan sederet pengalaman, dan memetakan kemampuan bekerja diri sendiri,” tuturnya. (*)

Penulis Wahyu Murti Editor Sugeng Purwanto