Kisah Kancil dan Buaya Siswa ICP Spemdalas Hibur Santri Panti Darul Muttaqin

103
Muhammad Dzulfiqar Dhiaulhaq sedang memeragakan tokoh Buaya. (Ichwan Arif/PWMU.CO)

PWMU.CO – Muhammad Dzulfiqar Dhiaulhaq mengambil stik plastik warna biru berukuran 30 cm yang ada gambar buaya di dalam dus bekas air minum mineral.

Siswa kelas VIII ICP (International Class Program) SMP Muhammadiyah 12 GKB (Spemdalas) ini lalu mengambil posisi di tengah Masjid At-Taqwa. Bersama lima temannya, Zulva—sapaan akrabnya—mendongeng tentang Kancil dan Buaya di hadapan santri Panti Asuhan Muhammadiyah Darul Muttaqin Kecamatan Kraton Pasuruan, Kamis (31/10/19).

Zulvan memegang stik untuk memainkan peran sebagai tokoh Buaya sedangkan rekannya ada yang jadi Kancil dan narator. “Dalam mendongeng kami bermain peran. Jadi ada akting yang kita lakukan menarik 70 santri yang ada di masjid ini,” ujarnya.

Zulvan menjelaskan dalam mendongeng tersebut lebih menonjolkan kecerdikan Kancil pada Buaya. Hal itu diceritakan saat Kancil mau menyeberang sungai. Merasa tidak bisa menyeberang, Kancil pun meminta pertolongan Buaya. Dengan iming-iming daging Kancil, Buaya pun mau,” ujar cowok yang suka baca ini.

SMA Muhammadiyah 1 Taman
Santri Panti Asuhan Darul Muttaqin sedang menjawab pertanyaan usai sesi mendongeng (Ichwan Arif/PWMU.CO)

Untuk lebih interaktif, setelah mendongeng, dibuka sesi tanya jawab. Rahmadanty Azizah, narator, pun memandu sesi ini. Mulai dari tanya karakter masing-masing tokoh dan juga pesan moral.

Baca Juga:  Begini Perjuangan Siswa Spemdalas Dapatkan Golden Ticket Menuju Fantastic Camp 2019

“Yang bisa jawab nanti bakal dapat hadiah menarik dari kami. Ayo, tidak boleh takut jawab ya,” tanyanya di hadapan santri panti asuhan.

Lontaran pertanyaan Rahma, sapaannya, langsung diserbu para santri. Tak terkecuali Syarifatus Syamsiyah (7 tahun). Siswa yang duduk di kelas I ini ikut menjawab pertanyaan tentang karakter dari tokoh Kancil. Atas jawaban itu, Syifa—sapaan akrabnya–t hadian berupa bingkisan alat tulis. “Senang dapat hadiah dari kakak-kakak,” katanya pendek.

Acara mendongeng ini pun mendapat respon positif dari santri di sini. Hal ini disampaikan Rizky Maulana (12 tahun). Bagi siswa yang duduk di kelas VI ini mengaku ceritanya lucu dan menarik. Apalagi pakai gambar Kancil dan Buaya.

Baca Juga:  Begini Tafsir Merdeka Belajar Mendikbud Nadiem Makarim Menurut Guru Spemdalas

Hal senada juga dituturkan Ahmad Rozak (13). Rekan Rizky ini mengaku senang dengan adegan Kancil saat menghitung Buaya.

“Lucu sekali,” ucapnya tersenyum.

Setelah kegiatan bakti sosial di panti asuhan ini, rombongan langsung melanjutkan trip ke Gunung Bromo. (*)

Kontributor Ichwan Arif. Editor Mohammad Nurfatoni.