Di Mimdaka, Cowok pun (Tidak Dilarang) Merangkai Bunga

88
Pasang Iklan Murah
Siswa Mimdaka sedang membuat rangkaian bunga untuk hiasan dinding. (Yana Firna Aisiyah/PWMU.CO)

PWMU.COMadrasah Ibtidaiyah Muhammadiyah 2 Karangrejo (Mimdaka) Manyar, Gresik, kembali mengadakan kegiatan Life Skill.

Sebanyak 75 siswa kelas III-VI berkumpul di Area Pojok Baca Mimdaka di Jalan Sarutomo RT 01 RW 01 Karangrejo, Kecamatan Manyar, Kabupaten Gresik, Jumat (8/11/19).

Pembina Life Skill pekan ini Rofiqoh S PdI membawakan tema Merangkai Bunga untuk Hiasan Dinding. “Tujuan dari kegiatan ini adalah anak-anak bisa membuat keterampilan dari kain flanel,” ujarnya.

Ustadzah Fiqoh—sapaan akrabnya—menjelaskan kegiatan ini diikuti oleh siswa, baik itu perempuan maupun laki-laki. “Anak-laki-laki harus bisa terampil, termasuk merangkai bunga ya,” ujarnya sambil tersenyum.

Kemudian dia menyampaikan langkah-langkahnya kepada siswa. Pertama, stik es krim disusun berjajar sampai membentuk persegi . “Jangan lupa menyusun stik es krim secara rapi, sehingga tidak berlubang,” jelasnya.

Kedua, lipat sedikit sisi atas sehingga membentuk lekukan bunga. “Ambil sedikit sisi atasnya pola yang sudah dipotong untuk di lem,” paparnya.

Ketiga, 11 pola yang sudah membentuk lekukan bunga dirangkai menjadi bunga mawar. “Setiap pola kelopak bunga harus dilem secara berurutan sampai membentuk bunga mawar,” terang dia.

Keempat, tempelkan bunga mawar di atas stik es krim yang telah membentuk persegi tadi, dan hiasan dinding sudah dapat dipasang.

Saat ditemui PWMU.CO, Muhammad Syafin Khawarismi, siswa kelas VI, menyampaikan baru kali ini dia bisa merangkai sendiri bunga mawar dari kain flanel. “Biasanya tugas keterampilan yang seperti ini dikerjakan oleh kakak di rumah. Saya sempat kesulitan untuk menyusun kelopak bunga mawar, tapi lama-lama akhirnya bisa,” ujarnya.

Tak kalah serunya adalah Muhammad Mifbah Al Fathir. Siswa kelas V itu harus beberapa kali terkena ujung lem tembak saat merangkai bunga dan harus memberi lem ujung kelopak bunga mawar. “Sedikit sakit sih, tapi saya senang bisa menyusun bunga mawar bersama teman-teman,” ujarnya bangga.

Kalau ada cerpen berjudul Dilarang Mencintai Bunga-Bunga, maka di Mimdaka siswa lelaki tidak dilarang merangkai (dan mencintai) bunga. (*)

Kontributor Yana Firna Aisiyah. Editor Mohammad Nurfatoni.