Jika Guru Itu Kreatif, Beginilah Pengaruhnya pada Siswa

430
Pasang Iklan Murah
Lukman Hakim memberikan materi pembelajaran kreatif guru TK ABA se Cabang Sepanjang. (Citra/PWMU.CO)

PWMU.CO–Sebanyak 71 guru dan kepala TK ABA se Cabang Sepanjang Sidoarjo mengikuti pelatihan menjadi guru yang kreatif dan inovatif bersama narasumber Drs Lukman Hakim MPd.  Acara bertempat di Aula TK ABA 25 Wage, Rabu (11/12/2019).

Dra Aida Makawi, mewakili Majelis Dikdasmen Pimpinan Cabang Aisyiyah (PCA) Sepanjang dalam sambutannya menyampaikan, kegiatan ini rutin dilaksanakan sebulan sekali yang diselenggarakan IGABA (Ikatan Guru ABA) Cabang Sepanjang.

”Tujuan kegiatan ini untuk menambah wawasan keilmuan, ajang siaturrahmi, mengenal satu sama lain guru dari 13 TK ABA se Cabang Sepanjang,” katanya.

Baca Juga:  Pesona Anak Saleh Warnai Pentas Seni Anak-Anak Imut Ini

Dia juga menyampaikan guru merupakan figure contoh bagi anak-anak, baik tingkah laku maupun tutur katanya. ”Semoga TK Aiyiyah semakin diminati dan dipercaya masyarakat,” tandasnya.

Pembicara Lukman Hakim dalam pelatihan menerangkan manfaat menjadi guru kreatif dalam pembelajaran. ”Dapat membangkitkan minat belajar siswa, belajar lebih mengasyikkan, siswa terlibat secara emosional, lebih mudah dan dipahami siswa, lebih terkendali tertib dalam penguasaan kelas, lebih terkesan/diingat oleh siswa (longterm memory), lebih antusias belajar,” katanya.

Dia juga menjelaskan guru dituntut selalu inovatif dalam pembelajaran.  Pembelajaran inovatif yang dikemas guru atas dorongan gagasan baru dengan langkah pembelajaran metode yang inovatif akan memperoleh kemajuan hasil belajar yang kita harapkan.

Baca Juga:  Cerianya Murid TK ABA XI Giri saat Panen Buah Naga

Selaras dengan pembelajaran kreatif dan inovatif, sambung dia, pembelajaran di TK dapat dilakukan melalui pembelajaran STEAM (Science, Technology, Engineering, Arts, Mathematic).

”Melalui pembelajaran STEAM siswa dapat terlibat langsung, memperoleh pengalaman belajar secara langsung, berkolaborasi, dan bekerja sama melalui proses kreatif,” tuturnya. (*)

Penulis Citra Sri Rohani   Editor Sugeng Purwanto