Busyro Muqoddas: Terpilih karena Politik Uang, Ahli Neraka

14296
Pasang Iklan Murah
Busyro Muqoddas mengingatkan, pemimpin entah itu bupati, walikota, gubernur, presiden, atau DPR, yang terpilih karena politik uang adalah ahli neraka.
Busyro Muqoddas ingatkan soal politik uang dalam Pilkada 2020. (Wahyu Murti/PWMU.CO)

PWMU.COBusyro Muqoddas mengingatkan pemimpin yang terpilih karena politik uang adalah ahli neraka. Entah itu bupati, walikota, gubernur, presiden, atau DPR.

Karena itu, Ketua Pimpinan Pusat Muhammadiyah itu berpesan pada warga Muhammadiyah agar selektif dalam pemilihan kepala daerah serentak tahun 2020 ini.

Hal itu disampaikan dalam Tabligh Akbar di Masjid Al-Manar Sepanjang, Sidoarjo, Ahad (12/1/20).

“Pilkada tingkat I dan II akan diselengarakan serentak di tahun ini. Kalau masih ada praktik suap, kami atas nama PP Muhammadiyah menganjurkan warga untuk tidak memilih atau golput,“ ujarnya.

“Misalnya di sekitar daerah Bapak-Ibu ada dua calon wakil walikota atau bupati. Kemudian dua-duanya menggelontorkan uang dengan berbagai macam cara seperti janji umrah dan sebagainya, maka itu termasuk suap,” tegas Busyro Muqoddas.

Sebaiknya, pesan dia, calon-calon kepala daerah yang seperti itu tidak dipilih. “Karena penyuap dan yang disuap adalah ahli neraka,” dia mengingatkan.

Baca Berita Terkait

Baca Juga:  Busyro Muqoddas Titip Tiga Pesan ke AMM Banyuwangi

Menurut Busro Muqoddas, pemimpin yang melakukan suap, kemenangannya tidak diridhai Allah. “Kemenangnnya palsu, fiktif. Karena menang di atas puing-puing ketidakjujuran dan tidak bermoral,” tegasnya.

Seperti dalam Surat Annisa Ayat 9 yang pengertiannya: jangan sampai lemah iman, akidah, ilmu, ekonomi dan sebagainya.

“Termasuk politik. Politik itu bisa “ngapusi”. Pesta demokrasi tentu banyak money politic (politik uang). Maka pemimpin, entah itu bupati, walikota, (gubernur), presiden, atau DPR, yang terpilih karena money politik adalah ahli neraka,” jelas mantan Ketua KPK era Presiden SBY ini.

Baca Juga:  Besok, Busyro Bahas Isu Terorisme di Surabaya

Generel Check-up di RS Siti Khadijah sebelum Ceramah

Sebelum berceramah Busyro Muqoddas melakukan general check-up di RS Siti Khadijah Sepanang, Taman, Sidoarjo, Ahad (12/1/20) pagi.

Dari hasil pemerikasaan hipertensi, diketahui tekanan darah Busyro Muqoddas termasuk tinggi. Salah satu penyebabnya karena padatnya agenda sehingga menimbulkan kelelahan.

“Iya, tadi dari hasil cek saya. Memang faktor kelelahan. Kemarin seharian agenda di Yogya, malam tadi juga kurang tidur,” ungkapnya.

Busyro Muqoddas juga diperiksa USG Jantung. Dokter Muhammad Pradana Airlangga, mengatakan, tidak ada masalah yang berarti pada kesehatan Busyro Muqoddas. Termasuk hasil tes jantung.

“Tidak ada kelainan pada jantung Pak Busyro, semua berjalan normal, hanya saja capek yang membuat tensi naik,” katanya. (*)

Kontributor Wahyu Murti dan Emil Mukhtar. Editor Mohammad Nurfatoni.