Berorganisasi Itu Susah kalau Model Pengurusnya seperti Ini

14966
Nadjib Hamid, kanan, ketika menyampaikan sambutan pembuka ditemani Ketua PWM Saad Ibrahim di acara Reker Bersama. (Ernam/PWMU.CO)
Nadjib Hamid, kanan, ketika menyampaikan sambutan pembuka ditemani Ketua PWM Saad Ibrahim di acara Reker Bersama. (Ernam/PWMU.CO)

PWMU.CO-Berorganisasi itu harus konsolidasi terus untuk memantapkan gerak personalnya. Salah satunya memanfaatkan grup Whatsapp untuk konsolidasi. Ini contoh manajemen efektif dan harus mencapai target.

Demikian sambutan pembuka Wakil Ketua Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM) Jawa Timur Najib Hamid dalam Rapat Kerja Bersama bertema optimalisasi dan sinergi di Hotel Kapal Garden Taman Sengkaling, Sabtu-Ahad (18-19/1/2020).

Rapat kerja bersama diikuti oleh Majelis Pendidikan Kader (MPK), Lembaga Pengembangan Cabang dan Ranting (LPCR), Lembaga Informasi dan Komunikasi (LIK), dan Lembaga Kerja Sama (LK).

“Kita perlu melakukan manajemen efektif dalam berorganisasi. Kegiatan tidak perlu waktu lama, yang penting efektif mencapai target,” kata Nadjib Hamib menegaskan.

SMA Muhammadiyah 1 Taman

Melakukan kegiatan juga harus dilakukan koordinasi cepat. Tidak perlu berlama-lama. “Diberi waktu sehari, sepuluh hari, seratus hari sama saja, yang dipakai hanya satu hari saja,” tuturnya disambut geerr peserta.

Baca Juga:  Mindset Berkemajuan Pelajar Muhammadiyah

Ia mengutip hadits Nabi saw,

مَنْ سَنَّ فِي الْإِسْلَامِ سُنَّةً حَسَنَةً فَلَهُ أَجْرُهَا وَأَجْرُ مَنْ عَمِلَ بِهَا بَعْدَهُ مِنْ غَيْرِ أَنْ يَنْقُصَ مِنْ أُجُورِهِمْ شَيْءٌ

barang siapa yang mencontohkan suatu sunnah hasanah (perbuatan yang baik) maka ia mendapat pahala sekaligus pahala orang lain yang mengamalkannya setelahnya tanpa mengurangi pahala mereka sedikitpun.

“Dalam konteks berorganisasi kita siapa yang ikut raker dapat pahala yang bisa diwariskan kepada generasi berikutnya. Karena itu mari kita mengoptimalkan sisa waktu yang ada, untuk kemajuan organisasi,” ujarnya.

Tipe Pengurus

Dia juga mengatakan, susah menjadi pengurus organisasi. Tapi lebih susah lagi mengurusi pengurusnya. Karena antara yang ghaib dan hadir tidak ada bedanya.

Baca Juga:  Kisah Muballigh yang Patok Tarif dan yang Protes Diinapkan di Hotel

”Ada pengurus yang aktif hadir dan bekerja justru mendapatkan banyak kritik karena tampak salahnya. Sebaliknya orang-orang yang tak pernah hadir tidak pernah mendapat kritik sebab tidak tampak salahnya. Justru orang seperti ini yang suka mengkritik pemimpin yang sudah bekerja,” seloroh Nadjib yang mengundang tawa hadirin.

“Kita ingin membangun kepengurusan yang solid, karena itu rapat kerja bersama antar majelis dan lembaga menjadi penting,” tegas pria kelahiran Paciran Lamongan yang pengalaman berorganisasi sejak SD ini.

“Sekarang kita lakukan rapat bersama, karena ngurusi seratus orang dengan sepuluh orang sama saja,” kelakar pria yang lagi-lagi mengundang tawa. (*)

Penulis  Ernam  Editor Sugeng Purwanto