Lukisan Anak Representasikan Psikologi dan Imajinasi

103
Lukisan anak representasikan psikologi dan imajinasi. Hal itu terungkap saat lomba melukis dalam ajang Open School Ke-5 SD Musi.
Suasana lomba melukis dengan media tote bag di gazebo dalam rangka Open School Ke-5 SD Muhammadiyah 1 Menganti (Rawadan Reza Rachman/PWMU.CO)

PWMU.CO – Lukisan anak representasikan psikologi dan imajinasi. Hal itu terungkap saat lomba melukis dalam ajang Open School Ke-5 SD Musi.

Open School SD Muhammadiyah 1 (Musi) Menganti Gresik tidak hanya dimeriahkan oleh penampilan siswa-siswi SD Musi, namun juga ada bazar dan perlombaan untuk tingkat TK se-Kecamatan Menganti.

Salah satu lomba tersebut adalah lomba melukis dengan menggunakan media tote bag yang dilaksanakan di gazebo kelas IV KH Mas Mansyur dan kelas V Al-Kindi SD Musi Menganti, Gresik, Sabtu (8/2/2020).

Mengambil tema lingkungan hidup, lomba melukis ini diikuti oleh beberapa TK di Kecamatan Menganti seperti TK Smart School, TK Aisyiyah Bustanul Athfal (ABA) 41, TK Handayani, dan TK DWP Pengalangan.

SMA Muhammadiyah 1 Taman

Melukis pada Media Tote Bag

Dengan tema yang diberikan, para peserta lomba terlihat asyik menggambar dan mewarnai pada media yang telah disediakan. Tote bag bisa jadi salah satu media baru yang belum pernah digunakan oleh anak-anak tingkat TK untuk menggambar atau mewarnai.

Baca Juga:  SD Musi Menganti Ajak Siswa Tanam 'Sejuta' Pohon

Salah satu juri lomba melukis Andryas Dharma Putra menyampaikan tote bag teksturnya sama seperti kanvas. Jadi selama masih bisa dijangkau oleh anak-anak maka mereka pasti mampu,” ujar pria yang juga guru ekstrakurikuler melukis SD Musi.

“Anak-anak tadi semuanya mampu. Terlihat dari cara para peserta menggambar dan mewarnai pada media tote bag. Tidak ada kesulitan yang mereka alami. Mereka seolah menggambar dan mewarnai pada media kertas,” ungkapnya.

Hasil lukisan dengan media tote bag saat lomba melukis di Open SD Musi (Rawadan Reza Rachman/PWMU.CO)

Lukisan Representasi Psikologi dan Imajinas

Pengawas SD/TK Dispendik Kecamatan Menganti Abdul Karim menyatakan tak ada salahnya dengan gambar atau pewarnaan yang tidak rapi, karena setiap anak memiliki kepribadian atau psikologi yang berbeda-beda.

Baca Juga:  Pakaian Adat Papua Warnai Open School SD Musi

“Warna yang tidak rata secara psikologis itu bagus. Dengan coretan atau warna yang acak-acakan bisa mengambarkan kalau anak itu kuat,” jelasnya.

Sementara itu salah satu juri lainnya Sismono mengungkapkan hasil karya peserta lomba melukis juga menggambarkan imajinasi mereka. Dengan karya atau lukisan tersebut banyak hal yang bisa diungkapkan.

“Mereka masih anak-anak TK tapi punya imajinasi yang tinggi. Punya gambaran tentang bumi dan lingkungan yang dibutuhkan manusia. Saya awalnya terkejut mereka bisa membuat lukisan sebagus itu,” terang pria yang juga guru Bahasa Inggris SD Musi.

Sismono juga berharap anak-anak yang masih dalam usia TK dapat terus berkembang. “Mudah-mudahan mereka bisa mengembangkan diri dalam bidang seni dan menuangkan ide-ide serta imajinasi mereka untuk menghasilkan karya lukisan yang indah,” harapnya.

Lukisan anak memang merepresentasikan psikologi dan imajinasi. (*)

Penulis Rawadan Reza Rachman. Co-Editor Sugiran. Editor Mohamad Nurfatoni.