Iklan Mudipat Landscape
Iklan Mudipat Mobile

15 Menit Mengubah Kedekatan Orang Tua dan Anak, Wali Murid Sekolah Kreatif Baratajaya Belajar Membaca Nyaring

Iklan Landscape Smamda
15 Menit Mengubah Kedekatan Orang Tua dan Anak, Wali Murid Sekolah Kreatif Baratajaya Belajar Membaca Nyaring
Suasana workshop membaca nyaring bersama Rossie Setiawan di Sekolah Kreatif Baratajaya. (Riska Oktaviana/PWMU.CO)
pwmu.co -

Komite dan Perpustakaan Sekolah Kreatif SD Muhammadiyah 16 Surabaya yang dikenal Sekolah Kreatif Baratajaya menggelar Workshop Membaca Nyaring bersama Founder Reading Bugs dan Penasihat Read Aloud Indonesia, Roosie Setiawan, pada Jumat (13/2/2026).

Dikenal sebagai Founder Reading Bugs dan Penasihat Read Aloud Indonesia, Roosie Setiawan merupakan sosok pelopor gerakan membaca nyaring (read aloud) di Indonesia. Ia juga merupakan penulis buku inspiratif “Membacakan Nyaring”, yang menjadi salah satu rujukan utama dalam pengembangan metode membaca nyaring di lingkungan pendidikan dan keluarga.

Bertajuk ‘15 Menit Mengubah Kedekatan Orang Tua Bersama Anak’ kegiatan ini diikuti 30 wali murid dan perwakilan guru tiap jenjang Sekolah Kreatif SDM 16 Surabaya di Perpustakaan Sekolah Kreatif Baratajaya yang berada lantai dua.

Acara yang dipandu Assabaniyah A.Md ini dibuka dengan penampilan ibu dan anak dengan memainkan gitar dan piano oleh Ananda Harun Ranuwidya Nursian dan Bunda Kanya Talitha Irmawan dengan lagu ‘Disini Senang’.

Membaca Nyaring

Dalam kegiatan ini, Rossie sapaan akrabnya menyampaikan materi terkait bagaimana kiat-kiat membaca nyaring. Serta bagaimana memilih buku bacaan yang tepat buat anak.

Saat acara berlangsung, Roosie memberikan materi dengan pendekatan yang komunikatif dan menggugah. Ia tidak hanya menyampaikan pentingnya membaca nyaring bagi perkembangan bahasa dan imajinasi anak, tetapi juga menunjukkan bagaimana teknik tersebut mampu menciptakan kedekatan emosional antara orang tua dan anak.

Ia mengatakan, orang tua berperan dalam meningkatkan kegemaran membaca anak.

“Orang tua yang rutin membaca akan memberikan contoh positif atau teladan bagi anak,” katanya.

Selanjutnya, orang tua menyediakan rak dan koleksi buku yang menarik dan sesuai dengan minat baca anak dapat memicu semangat mereka untuk membaca.

“Serta menyediakan ruang yang nyaman dan tenang untuk membaca di rumah, sehingga anak merasa nyaman saat menikmati buku,” tuturnya.

Rossie menambahkan, ada tiga peran penting buku dalam meningkatkan kompetensi literasi dan pertumbuhan minat baca. Menurutnya, buku diibaratkan sebagai jendela, pintu geser, dan cermin.

“Jendela seperti buku mencerminkan pengalaman, sikap, minat pembaca sasaran. Pintu geser sebagai buku yang membantu pembaca melihat cakrawala baru dan pengalaman baru. Serta cermin sebagai buku yang membawa pembaca ke dunia imajinasi,” jelasnya.

Iklan Landscape UM SURABAYA

Tiga Unsur Membaca Nyaring

Anak memiliki hak untuk membaca teks yang mencerminkan pengalaman dan bahasa mereka, memberikan jendela kedalam kehidupan orang lain, dan membuka pintu ke dunia kita yang beragam.

Tiga unsur membaca nyaring, lanjut dia, digambarkan dengan bentuk segitiga (Anak-Orang Dewasa-Teks).

“Orang dewasa sebagai jembatan yang menghubungkan anak dengan teks yang dibaca. Dengan suara, ekspresi, dan kehadiran, kita tidak hanya membaca kata-kata akan tetapi kita menumbuhkan cinta pada membaca,” ujarnya.

Kemudian, pemodelan Read Aloud atau membaca nyaring meliputi, berapa menit, apa yang didapat, dan apa yang dirasakan.

“Jadi orang tua menjadi role model reading bagi anaknya. Bonusnya kedekatan dan keteladanan,” ucapnya.

Dalam kesempatan ini, Roosie juga menekankan bahwa kunci sukses membaca nyaring yang efektif adalah perencanaan yang cermat dan matang.

“Mulai dari pemilihan buku yang sesuai dengan usia dan minat anak, memahami pesan moral dalam cerita, hingga menyiapkan ekspresi dan intonasi suara agar pesan tersampaikan dengan baik,” terangnya.

“Membacakan nyaring bukan sekadar membuka buku dan membaca. Ada proses persiapan yang penting agar pengalaman membaca menjadi hidup dan berkesan bagi anak-anak. Itulah mengapa kita perlu merencanakan dengan sungguh-sungguh,” jelasnya.

Diakhir penyampaian materi, Rossie mengajak peserta yang sudah dibagi dalam 4 kelompok untuk berdiskusi dan mempratikkan membaca nyaring secara bergantian. (*)

Iklan Landscape Unmuh Jember

Baca Lainnya

Iklan pmb sbda 2025 26

0 Tanggapan

Empty Comments

Search
Menu