Kepala Desa yang Aktivis Muhammadiyah Ini Berhasil Sulap Desa Pujon Kidul Jadi Wisata Edukasi  

1589
Hikmah Press
Cafe Sawah, salah satu titik wisata di Desa Pujon Kulon (foto Uzlifah)
Cafe Sawah, salah satu titik wisata di Desa Pujon Kulon (foto Uzlifah)

PWMU.CO –  Desa Pujon Kidul dulu dikenal sebagai desa yang “gersang”, karena minim sentuhan keagamaan dan keilmuan. Namun, di tangan Kepala Desa Udi Hartoko dan istrinya, Khusnul Sholiha, desa yang terletak di Kecamatan Pujon, Kabupaten Malang itu, sekarang menjadi desa wisata edukasi. Banyak masyarakat yang menjadikan Desa Pujon Kidul sebagai jujukan untuk berwisata sekaligus beredukasi melalui pembelajaran outdoor class.

Udi memang dikenal sebagai sosok yang sangat akrab dan disegani warganya. Hampir semua warga Pujon Kidul yang ditemui pwmu.co mengenal pemimpinnya dengan baik, termasuk kebiasaan, jadwal dia di rumah atau saat dinas luar.

iklan

(Baca: Rumah Sehat 11 P Berhasil Antarkan Warga Desa Pujon Kidul Terbang ke Singapura)

Saat ditemui pwmu.co di kediamannya, Ahad (6/11), Udi menceritaka banyak hal tentang perjuangan kerasnya mengubah image desanya. “Dulu di desa ini hampir setiap hari ada dangdutan yang selalu disertai dengan pesta yang sangat tidak layak, seperti minum-minuman keras,” cerita Udi.

Alhamdulillah, lanjut Udi, sejak menjabat Kepala Desa tahun 2011, dia berusaha pelan-pelan membenahi desanya. “Tentu hal itu tidak lepas dari dukungan istri saya,” ujarnya. Udi menceritakan, saat itu kondisi desa tampak biasa saja. Hanya seperti desa pada umumnya: para petani dengan sawahnya. Padahal banyak potensi yang bisa dikembangkan.

(Baca juga: Pemuda yang Suka Mabuk-mabukan Itu, Kini Ikut Harumkan Nama Desa Wisata Pujon Kidul dan Resign dari Karyawan, Lebih Nyaman Jadi Tukang Parkir: Sisi Lain Desa Wisata Pujon Kidul)

Akhirnya dengan merangkul masyarakat, terutama pemuda yang dulu suka mabuk itu, Udi membentuk Kelompok Sadar Wisata. “Kami fokuskan pada wisata edukasi pertanian dan peternakan. Sekarang sudah ada 7 titik wisata desa, selain tempat ari terjun Sumberpitu, yang sudah menjadi favorit para wisatawan,” jelasnya.

Ketika disinggung soal perkembangan Muhammadiyah di desanya, bapak 2 anak itu mengatakan, meski hidup di tengah mayoritas warga Nahdliyin, tapi kami bisa mewarnai dan mencerahkan Pujon Kidul. “Kami sebagai warga Muhammadiyah tentu bangga dengan capaian itu,” ujarnya.

(Baca juga: Setelah Desa Wisata Edukasi, Kini Bangun Tempat Pengolahan Sampah Terpadu: Kiprah Kepala Desa Pujon Kidul yang Aktivis Muhammadiyah)

Kepala Desa Udi Hartoko dan istrinya Khusnul Sholiha (foto Uzlifah)
Kepala Desa Udi Hartoko dan istrinya Khusnul Sholiha (foto Uzlifah)

Suami istri ini memang sama-sama aktivis Muhammadiyah. Udi Hartoko adalah Sekretaris Pimpinan Cabang Muhammadiyah Pujon dan Khusnul Sholiha adalah Ketua Majelis Tabligh Pimpinan Ranting ‘Aisyiyah Pujon Kidul.

“Dengan tag line ‘Semangat Kebersamaan dan Berkemajuan’ banyak hal yang bisa kami lakukan termasuk menyatuni kaum duafa, janda, dan yatim yang berjumlah 25 -35 orang, secara rutin tiap bulan.”

(Baca juga: Dengan SPP Rp 15 Ribu, Berapa Gaji Guru TK Asiyiyah Bilingual yang Ada di Balik Gunung ini?)

Khusnul membenarkan apa yang dikatakan suaminya. “Ranting Aisyiyah Pujon Kidul, selain memiliki KB dan TK ABA juga membuka usaha catering.” Alumni UMM itu menambahkan, selain bisa membantu membiayai organisasi, bisnis itu juga bisa meningkatan ekonomi masyarakat setempat.

Khusnul yang juga menjabat Ketua PKK itu mengatakan, apa yang sudah dilakukan Aisyiyah Pujon Kidul itu telah mengubah pola perilaku hidup masyarakat menjadi lebih baik dan bermanfaat.

Desa Pujon Kidul dengan panorama yang sangat indah dan udaranya yang sejuk telah dilengkapi dengan beberapa sarana seperti petik strawberry, sayur, dan markisa. Juga tersedia cafe sawah dan beberapa guest house, sehingga banyak yang memanfaatkan untuk aktivitas yang membutuhkan penginapan. Nah, kapan Anda berkunjung ke sana? (Uzlifah)

3 KOMENTAR