Suasana Masjid Jenderal A. Yani, Sidoyoso V/29 Surabaya, Senin (15/09/2025) terasa begitu khidmat. Lantunan Al-Quran bergema, menambah semarak peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW SD Muhammadiyah 10 Surabaya (Mumtas).
Namun ada yang istimewa pada acara kali ini. Sebanyak 18 siswa dari kelas 1 hingga 6 dinobatkan sebagai “Anak Berakhlak Mulia” atau berakhlaqul karimah.
Penghargaan ini bukan diberikan sembarangan. Satu bulan sebelumnya, Moh Ali MPdI selaku penanggung jawab kegiatan, telah menginstruksikan para wali kelas untuk menyeleksi satu siswa terbaik dari masing-masing rombongan belajar.
Kriteria Penilaian
Kriteria yang ditetapkan tidak hanya soal akademik, melainkan lebih pada sikap keseharian. Seperti disiplin, hormat kepada guru, santun kepada teman, rajin shalat lima waktu, berbakti kepada orang tua, dan semangat belajar.
“Setiap anak punya kesempatan yang sama. Bulan ini bisa A, bulan depan bisa B. Karena tujuan utama bukan sekadar memberi penghargaan, tetapi menumbuhkan budaya akhlak mulia di sekolah” jelas Moh Ali.
Proses seleksi berlangsung secara cermat. Para wali kelas mengamati perilaku siswanya dari hari ke hari. Hasilnya, 18 nama muncul sebagai teladan. Antara lain, Fatimah Syakira Azzahra dari kelas 1 Ar-Rahman, Ibrahim Irsyad dari kelas 3 Al-Aziz, hingga Muhammad Fatih Al Ghifary dari kelas 6 Al-Fattah. Mereka dianggap mampu memberi contoh nyata bagi teman-temannya.
Tak hanya individu, Mumtas juga memberikan penghargaan kolektif. Kelas 6 Al-Wahhab dinobatkan sebagai kelas paling istiqamah dan terbaik dalam berinfaq. Konsistensi mereka dalam berbagi menjadi inspirasi bagi kelas-kelas lain.
Di sisi lain, Kepala SD Mumtas M Khoirul Anam MPdI, menyampaikan apresiasinya.
“Program ini adalah langkah kecil yang insya Allah berdampak besar. Kami ingin anak-anak tidak hanya pintar, tapi juga berkarakter Islami. Semoga penghargaan ini memotivasi seluruh siswa untuk terus memperbaiki akhlak” tuturnya.
Momen penobatan berlangsung meriah. Beberapa siswa tampak tersipu dan bahagia saat namanya dipanggil, Tidak sedikit teman-teman sekelas yang bertepuk tangan memberi semangat.
Siratan Pesan Mendalam
Di balik acara ini, terselip pesan mendalam: pendidikan sejati bukan hanya soal angka di rapor. Tetapi juga pembiasaan akhlak dalam keseharian. Dan Mumtas, melalui tradisi penghargaan bulanan ini, berupaya menghadirkan teladan nyata dari murid untuk murid.
Dengan begitu, semangat Maulid Nabi tak hanya berhenti di perayaan, melainkan benar-benar hidup dalam perilaku anak-anak Mumtas. Mereka adalah generasi kecil yang diharapkan tumbuh menjadi insan berilmu sekaligus berakhlak mulia.
Berikut daftar nama siswa-siswi terbaik yang ternobatkan sebagai anak yang berakhlaq Mulia.
- Kelas 1 Ar-Rahman : Fatimah Syakira Azzahra
- Kelas 1 Ar-Rahim : Khadijah Azzahrani
- Kelas 1 Al-Malik : annisa
- Kelas 2 Al-Quddus : Tsumayya Raihanah
- Kelas 2 As-Salam : Athar Fahreza
- Kelas 2 Al-Mukmin : Rafif
- Kelas 3 Al-Aziz : Ibrahim Irsyad
- Kelas 3 Al-Jabar : arsa kanaya
- Kelas 3 Al-Muhaimin : Medina Aghnina Mahabbah
- Kelas 4 Al-Mutakabbir : Al-Chalief Atallah Prasetya
- Kelas 4 Al-Khaliq : Pandu
- Kelas 4 Al-Bari’ : Diandra Rizky
- Kelas 5 Al-Mushawwir : Achmad Althaf Kamil
- Kelas 5 Al-Ghoffar : Muhammad Fahreza Sakhi
- Kelas 5 Al-Qohhar : Khodijah Yumna
- Kelas 6 Al-Fattah : Muhammad fatih al ghifary
- kelas 6 Ar-Razaq : Abdurrahman Jamhuri Anwar
- Kelas 6 Al-Wahhab : Aisha Firzanah


0 Tanggapan
Empty Comments