
PWMU.CO – Meski diguyur hujan gerimis sejak pagi, semangat peserta didik SD Muhammadiyah 3 Assalaam Kota Malang tidak surut dalam mengikuti kegiatan Manasik Haji yang digelar pada Sabtu (24/05/2025). Sebanyak 253 siswa dari kelas bawah hingga atas tampak antusias mengikuti rangkaian simulasi ibadah haji yang dikemas secara edukatif dan menyenangkan.
Manasik kali ini terasa istimewa dengan konsep pembagian kelompok yang menggunakan nama-nama negara di dunia. Terdapat 18 kelompok yang masing-masing mengusung nama negara seperti Indonesia, Uni Emirat Arab, Maldives, China, Qatar, Malaysia, dan lainnya. Konsep ini dimaksudkan sebagai bentuk pengenalan terhadap keberagaman bangsa serta untuk menumbuhkan semangat kebersamaan umat Islam sedunia yang beribadah di Tanah Suci.
Prosesi manasik diawali dengan pelepasan peserta oleh Kepala Sekolah SD Muhammadiyah 3 Assalaam, Syai’in Kodir SPdI. Dalam sambutannya, ia menyampaikan bahwa kegiatan ini tidak hanya sebagai bentuk edukasi ibadah semata, tetapi juga sebagai wadah penanaman nilai spiritual, kedisiplinan, dan rasa cinta terhadap syariat Islam sejak dini.
“Melalui kegiatan manasik haji ini, kami ingin menanamkan pemahaman yang kuat kepada anak-anak tentang pentingnya rukun Islam yang kelima. Selain itu, kami juga ingin membentuk generasi muslim yang tidak hanya cerdas secara akademik, tapi juga kokoh secara spiritual,” tutur Syai’in Kodir.
Simulasi manasik ini dilakukan secara urut sesuai rukun haji, mulai dari thawaf, sa’i antara bukit Shafa dan Marwah, wukuf di Arafah, melempar jumrah, hingga mencukur rambut sebagai tanda tahallul. Arena manasik yang digelar di lingkungan sekolah disulap menyerupai lokasi-lokasi penting di Mekkah, lengkap dengan replika Ka’bah, bukit mini, dan tenda Arafah.
Menariknya, peserta didik tampak begitu serius menjalankan setiap tahapan dan mengenakan pakaian ihram putih yang bersih serta rapi. Mereka juga membawa perlengkapan pribadi, seperti tas kecil dan air minum, yang menambah kesan realistik dari latihan ibadah ini.
Meskipun cuaca kurang bersahabat, hujan gerimis justru menambah kekhidmatan dan suasana sakral dalam kegiatan tersebut. Para guru dan wali kelas turut mendampingi setiap kelompok, memastikan pelaksanaan berjalan tertib dan sesuai dengan panduan.
Koordinator kegiatan manasik, Nur Aini Sholihah, menyampaikan bahwa konsep lintas negara yang digunakan dalam kegiatan ini adalah bentuk pendekatan tematik global.
“Kami ingin memberikan pengalaman spiritual sekaligus wawasan global, bahwa umat Islam tidak hanya berasal dari Indonesia, tetapi juga dari berbagai penjuru dunia. Haji adalah momentum untuk menyatukan semuanya,” ungkap Nur Aini Sholihah.
Lebih lanjut, kegiatan ini juga mendapat dukungan penuh dari pihak sekolah, komite, dan Ikatan Wali Murid (Ikwam) yang turut membantu dari sisi teknis hingga konsumsi peserta. Kolaborasi ini menjadi bukti bahwa sinergi antara sekolah dan orang tua mampu menciptakan kegiatan bermakna yang berdampak positif terhadap karakter siswa.
Antusiasme peserta terlihat dari raut wajah gembira dan rasa ingin tahu yang tinggi saat menjalani seluruh rangkaian. Tak sedikit dari mereka yang sudah hafal bacaan niat haji, doa thawaf, maupun doa sa’i.
Selain menjadi agenda tahunan sekolah, kegiatan manasik ini juga merupakan bagian dari Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila (P5), yang menekankan dimensi beriman dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa serta berakhlak mulia.
Melalui kegiatan ini, SD Muhammadiyah 3 Assalaam kembali menunjukkan komitmennya dalam menghadirkan pendidikan holistik berbasis nilai-nilai Islam melalui metode yang kreatif dan menyenangkan. Kegiatan manasik ini diharapkan menjadi bekal awal bagi siswa untuk memahami pentingnya ibadah haji, serta membentuk pribadi yang religius, toleran, dan siap menjadi duta Islam di masa depan. (*)
Penulis Fatihul Abror Editor Ni’matul Faizah






0 Tanggapan
Empty Comments