
PWMU.CO– 84 RS Muhammadiyah-Aisyiyah (RSMA) dan tenaga kesehatan dari 10 Perguruan Tinggi Muhammadiyah-Aisyiyah (PTMA) ambil bagian dalam vaksinasi Covid-19 di Indonesia.
Demikian disampaikan Ketua Muhammadiyah Covid-19 Command Center (MCCC) PP Muhammadiyah, Agus Samsudin, Rabu (31/03/2021).
”Muhammadiyah melalui MCCC aktif dalam gerakan vaksinasi Covid-19 di Indonesia setelah dinyatakan halal oleh MUI dan aman oleh BPOM. Bahkan para pimpinan dari ketua umum dan 13 pimpinan lainnya serta pimpinan majelis, lembaga, ortom tingkat pusat dan wilayah telah divaksin,” katanya.
Menurut dia, total ada 178.000 warga telah divaksin oleh 84 RS Muhammadiyah-Aisyiyah dan PTMA bekerja sama dengan Kemenkes dan Dinas Kesehatan Provinsi. Untuk vaksinasi tersebut, Muhammadiyah menerima vaksin-vaksin dengan syarat asal sudah dinyatakan halal oleh MUI dan aman oleh BPOM.
Agus Samsudin menyampaikan usulan kepada pemerintah dan imbauan kepada masyarakat. ”Kami mengusulkan agar pemerintah menambah sasaran vaksinasi. Selain lansia, tenaga pendidik dan relawan umum juga para pengurus tempat ibadah dan para siswa di satuan pendidikan harus segera divaksin. Untuk warga masyarakat yang belum divaksin agar bersedia divaksin dan RS Muhammadiyah-Aisyiyah siap membantu vaksinasi.
Contoh dari Tokoh
Dikatakan, pandemi Covid-19 yang sudah berlangsung satu tahun lebih sekarang memasuki babak baru yaitu vaksinasi untuk membentuk kekebalan tubuh. Dengan kekebalan komunitas tersebut diharapkan dapat menghambat laju penyebaran Covid-19 bahkan menurunkan tingkat penularannya.
Namun, sambung Agus, masalah timbul karena tidak mudah meyakinkan masyarakat untuk mengikuti vaksinasi yang sudah diprogramkan pemerintah. Untuk itu dibutuhkan teladan dari para tokoh terkemuka dalam masyarakat untuk berpartisipasi dalam program vaksinasi. Para tokoh tersebut bisa tokoh politik, agama, adat, partai dan termasuk para dokter.
”Para tokoh agama, komunitas dan organisasi berbasis agama mempunyai tanggung jawab besar dalam ikut serta menyukseskan program vaksinasi yang digulirkan pemerintah. Apalagi di Indonesia, para kiai, ustadz dan ormas keagamaan selama ini terbukti mempunyai pengaruh besar dalam kehidupan sehari-hari masyarakat,” ujarnya.
Muhammadiyah, tambah dia, sejak awal mendukung langkah-langkah pemerintah dalam penanganan pandemi Covid-19. Dukungan tersebut diwujudkan dalam berbagai langkah seperti pembentukan Pusat Komando Covid-19 (MCCC) untuk mendukung pengobatan di rumah sakit, menyebarluaskan pedoman kegiatan keagamaan yang didukung oleh sains dan menyediakan paket air, sanitasi dan kebersihan (WASH), makanan dan dukungan keuangan kepada yang paling rentan dan telantar. Terkini adalah pelaksanaan vaksinasi. (*)
Penulis Budi Santoso Editor Sugeng Purwanto