Tiga mahasiswa Prodi Teknik Informatika Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) berhasil lolos seleksi ketat untuk mengikuti magang riset bergengsi di Nara Institute of Science and Technology (NAIST), Jepang.
Selama tiga bulan, mereka akan mendalami riset bertema Green AI Application dengan dukungan penuh beasiswa dari pemerintah Jepang.
Ketiga mahasiswa tersebut adalah Amri Zadi Hudaya (semester 7), Aleyda Aurora Yafentri (semester 7), dan Keisha Jenny Maulida Nugraha (semester 5). Mereka akan berangkat ke Jepang pada 7 September 2025 dan menjalani magang riset intensif selama tiga bulan hingga 6 Desember 2025.
Dosen pendamping sekaligus kolaborator NAIST di UMS, Dr. Eng. Yusuf Sulistyo Nugroho, ST, M.Eng, menjelaskan program magang tahun ini bertajuk Green AI Application. “Ini merupakan bagian dari hibah JST (Japan Science and Technology Agency) Nexus dari pemerintah Jepang,” ujar Yusuf, Kamis (4/9/2025).
Yusuf menjelaskan program magang riset tersebut bukan hal baru bagi Prodi Teknik Informatika UMS. Sejak 2022, Prodi Teknik Informatika UMS konsisten mengirim mahasiswa untuk mengikuti program magang di NAIST.
“Bedanya, tahun ini menjadi momen penting karena adanya nota kesepahaman (MoU) resmi antara UMS dan NAIST,” imbuh Yusuf.
Dengan MoU tersebut, Yusuf melanjutkan, mahasiswa tidak lagi dibebani biaya kuliah maupun biaya hidup. Kebutuhan mahasiswa yang mencakup uang saku, akomodasi, hingga pembebasan SPP ditanggung sepenuhnya oleh NAIST.
“Sebelum berangkat, mahasiswa harus melalui seleksi ketat. Dari sekitar 30 pendaftar, disaring menjadi 10 besar, lalu diwawancarai hingga akhirnya terpilih tiga mahasiswa terbaik,” jelas Yusuf.
Adapun syarat yang harus dipenuhi adalah IPK minimal 3,75, kemampuan bahasa Inggris dengan skor setara TOEFL 500, serta keterampilan pemrograman, khususnya bahasa pemrograman Python.
Yusuf beralasan riset di NAIST nantinya sebagian besar menggunakan bahasa pemrograman tersebut.
Menurut rencana, ketiga mahasiswa itu akan ditempatkan di bidang software engineering. Mereka juga berpeluang terlibat dalam riset beragam disiplin ilmu, mulai dari akal imitasi, data mining, hingga rekayasa perangkat lunak.
Hasil riset diharapkan bisa menjadi topik skripsi sekaligus dipublikasikan di jurnal bereputasi.
Program magang riset di NAIST sebelumnya telah melahirkan alumni berprestasi. Salah satunya adalah Indira Febrianti yang berangkat pada angkatan pertama.
”Setelah menyelesaikan S2 dengan beasiswa, sekarang Indira melanjutkan studi doktoral di NAIST,“ imbuh dosen Teknik Informatika UMS itu.
Kesuksesan ini menjadi bukti bahwa kerja sama antara UMS dengan NAIST membuka jalan lebih luas bagi mahasiswa untuk melanjutkan studi dan karier internasional.
Sebagai persiapan menjelang keberangkatan trio mahasiswa itu, Direktorat Reputasi, Kemitraan, dan Urusan Internasional (DRKUI) UMS menggelar diskusi dengan Prof. Kenichi Matsumoto dari NAIST, Rabu (3/9/2025), di Gedung Induk Siti Walidah UMS.
Selain Prof. Matsumoto, kunjungan NAIST ke UMS kali ini juga melibatkan empat delegasi lainnya. Mereka adalah Assistant Prof. Youmei Fan; mahasiswa doktor NAIST, Kazuma Yamasaki; serta dua siswa SMA di Jepang, Kanami Senshu dan Anji Fujiwara.
Yusuf menjelaskan masing-masing delegasi memiliki agenda berbeda. Youmei Fan merencanakan kolaborasi riset di bidang software engineering, Kazuma Yamasaki mempresentasikan hasil risetnya untuk mendapatkan masukan.
Sementara dua siswa SMA sisanya berkunjung untuk memperoleh wawasan mengenai pendidikan tinggi dan riset di Indonesia.
Kehadiran delegasi NAIST sekaligus menandai eratnya hubungan akademik antara UMS dan Jepang. Dengan dukungan penuh dari institusi riset terkemuka seperti NAIST, UMS berharap semakin banyak mahasiswa yang bisa merasakan pengalaman riset internasional dan menghasilkan karya ilmiah yang bermanfaat. (*)






0 Tanggapan
Empty Comments