Ketika Muhammadiyah Hadir di Tengah-Tengah Komunitas Punk 

125
Pasang Iklan Murah
LDK PDM Tuban buka puasa bersama Komunitas Punk
LDK PDM Tuban buka puasa bersama Komunitas Punk

PWMU.CO – Lembaga Dakwah Khusus Pimpinan Daerah Muhammadiyah (LDK PDM) Tuban terus mengiatkan dakwah berbasis komunitas. LDK PDM Tuban bekerjasama dengan Lazismu dan GARANSI Tuban mengajak Komunitas Punk untuk buka puasa bersama di WarkopMU, Jalan Wahid Hasyim Tuban, Jum’at (17/6) kemarin.

”Alhamdulillah. Kami diberi kesempatan untuk berada di tengah-tengah Komunitas Punk dalam rangka buka bersama. Banyak hal yang menjadi diskusi kami khususnya terkait keluh kesah mereka,” ujar Abdul Majid Tsmum, Ketua LDK PDM Tuban.

(Baca: Di Daerah Rawan Penyakit Sosial, Lembaga Dakwah Khusus Muhammadiyah Jember Dirikan ‘Rumah Pencerahmu’)

LDK PDM Tuban mengajak Komunitas Punk untuk tidak berhenti berkarya di tengah stigma yang melekat. ”Itu bagian dari konsekuensi logis yang harus disikapi dengan bijaksana. Bagaimanapun mereka adalah bagian dari anak bangsa yang seharusnya menjadi tanggungjawab negara,” tutur alumni UMSurabaya.

Majid megungkapkan ada 5 poin kesepakatan sosial yang dibangun antara LDK PDM Tuban dengan Komunitas Punk. Pertama, anggota komunitas tidak akan mendekati narkoba. Bahkan, mereka siap menjadi mitra GARANSI dan LDK PDM Tuban.

Kemudian kedua, anggota komunitas akan mengubah sikap untuk bisa lebih baik, lalu ketiga adalah menambah kualitas hidup dengan terus berupaya mendekatkan diri kepada Allah SWT, dan keempat adalah akan membuat usaha produktif ke depannya, serta kelima adalah terus melakukan kegiatan sosial di masyarakat.

(Baca juga:Jelang Ramadhan, Komunitas Pelajar tanpa Pacaran Serukan Hijrah)

”Agenda ini sebagai langkah awal untuk memberi solusi kepada kaum marginal. Selain negara, ormas besar seperti Muhammadiyah kudu hadir untuk itu. Dan kami tawarkan solusi konkret untuk mereka. Semoga Allah senantiasa memberikan jalan terbaik untuk kita bersama. Amin,” tuturnya.

Kehadiran Muhammadiyah di tengah-tengah Komunitas Punk membuat Herdy merasa diperhatikan. Salah seorang dari anggota komunitas ini mengungkapkan kegembiraannya. ”Kami senang bisa dirangkul oleh Muhammadiyah, dan diberi kepercayaan untuk berkarya,” ungkap Herdy.(FA/aan)