Benarkah Umat Islam Itu Semakin Bersatu Jika Mendapat Tekanan?

69
Pasang Iklan Murah
Wakil Ketua PWM Jatim Nadjib Hamid MSi saat mengisi materi Kajian Ramadhan PCM Krembangan
Wakil Ketua PWM Jatim Nadjib Hamid MSi saat mengisi materi Kajian Ramadhan PCM Krembangan

PWMU.CO – Pimpinan Cabang Muhammadiyah (PCM) Krembangan menyelenggarakan Kajian Ramadhan 1438 Hijriyah di SD Muhammadiyah 11, Jalan Dupak Bangunsari 35-41 Krembangan, Surabaya. Kajian yang diikuti oleh 250 peserta ini diisi dengan beberapa materi.

Salah satunya materi tentang ‘Tauhid dan Penegakan Amar Ma’ruf Nahi Munkar’. Nadjib Hamid MSi sebagai narasumber menjelaskan tentang masalah umat kekinian, yaitu bagaimana menyikapi kondisi sosial dan politik di Indonesia.

iklan

(Baca: Muhammadiyah Krembangan Beri Tali Asih pada Ratusan Marbot Masjid)

Wakil Ketua Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM) Jawa Timur mengingatkan perlunya sikap hati-hati dan sabar dalam berdakwah, terlebih pada kondisi saat ini. ”Umat Islam itu semakin bersatu jika mendapat tekanan,” tegasnya di hadapan pimpinan dan karyawan amal usaha Muhammadiyah (AUM) se-Cabang Krembangan, Ahad (18/6).

Pada sesi kedua, Bupati Bojonegoro Suyoto –akrab disapa Kang Yoto – ini memaparkan materi tentang ‘Kepemimpinan dan Etos Kerja Islami’. Ia mengungkapkan bahwa tugas sebenarnya dari seorang pemimpin adalah menjual (selling something) dan kedua adalah spirit memberi. Sedangkan, lanjut Kang Yoto jualannya seorang pimpinan adalah kepercayaan dan komitmen.

”Saat sebagai anak, kita jualan kepada orang tua. Saat menjadi suami-istri, maka keduanya saling menjual dan membeli kasih sayang, penghormatan, kesetiaan, dan pengorbanan,” paparnya.

Lebih lanjut Kang Yoto menjelaskan tentang definisi hidup. ”Hidup itu mampir ngombe dan perjalanan,” jelasnya.

(Baca juga: Ketika Muhammadiyah Hadir di Tengah-Tengah Komunitas Punk)

Sementara pada sesi ketiga dibahas tentang ‘Strategi Dakwah Struktural, Kultural, dan Komunitas’ yang disampaikan oleh M. Arif ‘An. Sekretaris PDM Surabaya ini menuturkan tentang tantangan internal Muhammadiyah. Salah satunya adalah masalah ranting vs cabang yang rebutan pengaruh dan kekuasaan. Oleh karena itu, lanjut Arif An diperlukan dakwah dengan jalan yang berbeda. ”Dakwah komunitas bertujuan menyelesaikan masalah-masalah sosial disekitar kita,” ungkapnya.(fery/aan)