Ratusan siswa Tapak Suci tampak bersemangat mengikuti Ujian Kenaikan Tingkat (UKT) Siswa Tahap II yang digelar Pimpinan Daerah (Pimda) 06 Tapak Suci Surabaya. Kegiatan ini berlangsung selama dua hari, Sabtu–Ahad (27–28/9/2025), di Cabang 145 Masjid Assalam Purimas, Gunung Anyar, Surabaya.
Sebanyak 340 siswa dari 22 cabang hadir memadati lokasi sejak pagi. Mereka datang dari berbagai penjuru Surabaya, mulai dari wilayah Barat, Utara, Timur, Tengah hingga Selatan. Meski lokasi berada di kawasan Surabaya Selatan yang berbatasan langsung dengan Kabupaten Sidoarjo, hal itu tidak menyurutkan antusiasme peserta untuk menapaki jenjang baru dalam perjalanan mereka sebagai pesilat Tapak Suci.
Peserta UKT kali ini terdiri dari 175 Siswa Dasar, 85 Siswa Satu, 47 Siswa Dua, 11 Siswa Tiga, dan 22 Siswa Empat. Setiap tingkatan memiliki tantangan tersendiri. Ada yang harus membuktikan penguasaan jurus dasar, ada yang diuji ketahanan fisik, dan ada pula yang diminta memperdalam filosofi bela diri Tapak Suci yang sarat nilai keislaman.
Sejak barisan pertama digelar, suasana terlihat tertib dan penuh disiplin. Di bawah teriknya cuaca, para siswa tetap fokus menunjukkan kemampuan terbaik mereka. Sorak dukungan dari rekan satu cabang menambah semangat, sementara para penguji dengan teliti menilai setiap gerakan, ketahanan, hingga sikap mental para peserta.
Tak hanya fisik, UKT juga menekankan pembentukan karakter dan spiritualitas. Sebab, dalam tradisi Tapak Suci, seorang pesilat bukan hanya dituntut tangguh di gelanggang, tetapi juga berakhlak mulia dalam kehidupan sehari-hari.
Dalam sambutannya, A. Jamaludin, Pendekar Kepala sekaligus Ketua I Pimda 06 Surabaya, menegaskan bahwa UKT harus dijadikan momentum untuk terus berlatih, bukan justru berpuas diri.
“Dalam UKT kali ini kita berharap lahir pesilat-pesilat berprestasi dunia seperti Abbas Akbar. Dengan mengikuti ujian ini, jangan sampai menjadi malas, tetapi justru harus menambah semangat untuk terus berlatih dan meraih tingkatan yang lebih tinggi lagi. Tidak boleh sombong,” pesannya.
Pesan itu disambut hangat para peserta dan pendamping cabang. Bagi sebagian siswa, UKT ini bukan hanya sekadar ujian rutin, melainkan batu loncatan untuk mimpi lebih besar: mengharumkan nama perguruan, bahkan bangsa, melalui pencak silat.
Selain menjadi arena penilaian kemampuan, UKT juga berfungsi sebagai ajang silaturahmi antarcabang. Selama dua hari, para siswa bisa saling mengenal, bertukar pengalaman, dan merasakan kebersamaan dalam satu ikatan besar Tapak Suci.
Sebagai penutup kegiatan, dilaksanakan pelantikan simbolik oleh Drs. Rusbandi, Pendekar Utama sekaligus Ketua Dewan Pelatih Pimda 06 Surabaya. Pelantikan diberikan kepada perwakilan Siswa Empat yang naik tingkat menjadi Kader Dasar, serta Siswa Tiga yang naik ke Siswa Empat setelah dinyatakan lulus oleh tim penguji.
Momentum pelantikan tersebut menjadi puncak acara yang sarat makna. Tidak hanya menandai pencapaian baru para siswa, tetapi juga meneguhkan komitmen Tapak Suci dalam membina generasi muda agar terus berkembang, disiplin, dan menjunjung tinggi nilai keislaman.
Dengan semangat itu, Pimda 06 Surabaya optimistis kegiatan UKT akan terus menjadi kawah candradimuka lahirnya pesilat-pesilat muda yang tangguh, berprestasi, rendah hati, dan siap berkontribusi bagi bangsa. (*)






0 Tanggapan
Empty Comments