Iklan Mudipat Landscape
Iklan Mudipat Mobile

38 RS Muhammadiyah Jatim Diminta Beradaptasi, Diversifikasi Layanan, dan Perkuat Branding Nasional

Iklan Landscape Smamda
38 RS Muhammadiyah Jatim Diminta Beradaptasi, Diversifikasi Layanan, dan Perkuat Branding Nasional
Ketua MPKU PWM Jawa Timur, Dr. Mundakir menyampaikan sambutan. Foto: Istimewa
pwmu.co -

Majelis Pembinaan Kesehatan Umum (MPKU) Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM) Jatim menyelenggarakan Rapat Kerja Wilayah (Rakerwil) ke-42 di Jambuluwuk Hotel and Resort, Kota Batu pada 26–28 September 2025 . Kali ini, sebagai tuan rumah acara adalah RSM Ahmad Dahlan Kota Kediri

Forum strategis ini diikuti ratusan peserta, mulai dari pimpinan Muhammadiyah, pengelola rumah sakit, hingga tokoh kesehatan yang tergabung dalam Amal Usaha Muhammadiyah (AUM) di bidang layanan kesehatan.

Mengangkat tema “Kesiapan Rumah Sakit Muhammadiyah/Aisyiyah Jawa Timur dalam Menghadapi Transformasi Kesehatan di Bidang Perumahsakitan”, Rakerwil tahun ini diarahkan untuk menjawab tantangan sistem kesehatan nasional yang tengah berubah cepat.

Mulai dari regulasi baru pemerintah, kebijakan akreditasi, tata kelola digital, hingga pembiayaan kesehatan menjadi bahan pembahasan utama.

Ketua MPKU PWM Jawa Timur, Dr. Mundakir, S.Kep, M.Kep, FISQua, menegaskan, pengelolaan rumah sakit Muhammadiyah harus berpijak pada prinsip meritokrasi dan profesionalisme.

Dia mengingatkan agar jabatan strategis di rumah sakit tidak diisi dengan pertimbangan kekerabatan.

“Kalau ingin mendapat trust dari masyarakat, jangan memaksakan anak atau keluarga menjadi direktur maupun wakil direktur. Rumah sakit harus dipimpin oleh orang yang memang punya kapasitas dan integritas. Dengan begitu, RSMA bisa menjadi rujukan utama dan memiliki branding yang kuat di tingkat nasional,” ujarnya.

Menurut Mundakir, penerapan good corporate governance yang transparan akan menjadi kunci penguatan RSMA. Ia bahkan menaruh harapan besar agar rumah sakit Muhammadiyah tidak hanya bertahan, tetapi juga ekspansif.

“Kita punya obsesi besar. Misalnya pengembangan RSMA di Jatim atau membeli rumah sakit baru. Itu akan menjadi bukti nyata bahwa RSMA mampu bersaing di era transformasi kesehatan,” tambahnya.

157 RS Muhammadiyah Jatim Diminta Beradaptasi, Diversifikasi Layanan, dan Perkuat Branding Nasional
Ketua PWM Jatom Prof Sukadiono. Foto: Istimewa

Adaptasi dan Inovasi

Sambutan berikutnya disampaikan Ketua PWM Jatim, Prof. Dr. dr. H. Sukadiono, MM, yang sekaligus membuka acara secara resmi.

Dia menegaskan bahwa rumah sakit Muhammadiyah dan Aisyiyah harus terus beradaptasi dengan kebijakan nasional, termasuk transformasi layanan dan digitalisasi.

“Rumah sakit Muhammadiyah tidak boleh hanya bergantung pada BPJS Kesehatan. Kita harus berani mendiversifikasi sumber pendapatan melalui layanan premium, kerja sama dengan pihak swasta, atau inovasi bisnis kesehatan lain yang tetap sesuai dengan nilai-nilai Muhammadiyah,” kata Deputi Kesehatan Kemeterian Kementerian Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Kemenko) PMK ini.

Iklan RSI Siti Aisyah Madiun

Sukadiono menambahkan, keberadaan rumah sakit Muhammadiyah tidak hanya soal bisnis atau pelayanan kesehatan, tetapi juga bagian dari dakwah persyarikatan.

“Rakerwil ini bukan hanya rapat kerja biasa, melainkan ruang untuk meneguhkan komitmen bersama bahwa rumah sakit Muhammadiyah adalah bagian dari perjuangan dakwah. Kita ingin RSMA hadir sebagai solusi, memberi pelayanan terbaik, dan menjadi ladang amal jariyah bagi seluruh kader dan simpatisan Muhammadiyah,” ujarnya.

Selama tiga hari, Rakerwil diisi dengan evaluasi program kerja MPKU tahun berjalan, perumusan arah kebijakan kesehatan Muhammadiyah Jawa Timur, hingga penyusunan rekomendasi strategis perubahan regulasi, penguatan SDM kesehatan, dan digitalisasi layanan.

Forum ini juga diramaikan dengan diskusi panel, workshop tematik, serta presentasi best practice dari sejumlah RSMA yang telah berhasil melakukan inovasi, baik di bidang manajemen maupun layanan pasien.

Wakil Ketua MPKU PP Muhammadiyah Prof. Dr. dr. Fachmi Idris, M.Kes, yang juga hadir dalam forum ini, memberikan pandangan mengenai arah kebijakan kesehatan nasional.

“RSMA perlu memperluas akses layanan kesehatan yang bermutu, berkeadilan, dan Islami,” tegasnya

Dengan 38 rumah sakit dan layanan kesehatan yang tersebar di Jawa Timur, Muhammadiyah menjadi salah satu jaringan pelayanan kesehatan terbesar di Indonesia.

Keberadaan RSMA bukan hanya memenuhi kebutuhan layanan medis, tetapi juga menjadi sarana dakwah sosial yang mampu menyentuh seluruh lapisan masyarakat.

Rakerwil MPKU PWM Jatim ini dipandang sebagai momentum penting untuk merumuskan strategi bersama, agar RSMA tidak hanya mampu bertahan, tetapi juga unggul di tengah persaingan ketat layanan kesehatan nasional.

Hasil rekomendasi forum ini diharapkan menjadi pedoman penguatan kapasitas rumah sakit Muhammadiyah/Aisyiyah, sekaligus meneguhkan perannya sebagai pelopor layanan kesehatan yang bermutu, humanis, dan Islami. (*)

Iklan Landscape Unmuh Jember

Baca Lainnya

Iklan pmb sbda 2025 26

0 Tanggapan

Empty Comments

Search
Menu
Logo Depan Satriadev
Logo Belakang Satriadev
⚡ 1 Dekade ⚡