Empat mahasiswi Program Studi Komunikasi dan Penyiaran Islam (KPI) Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY) siap menjadi duta dakwah kreatif di Negeri Sakura.
Selama satu bulan, mereka akan magang di Japan Da’wah Center (JDC) Osaka, mengelola media sosial, membuat komik dan anime Islami, serta mendampingi para mualaf dalam mengenal Islam.
Awalnya, program ini direncanakan diikuti oleh lima mahasiswa, namun pada akhirnya empat mahasiswi terpilih yang siap menjadi duta dakwah UMY di Negeri Sakura.
Mereka akan menjalankan berbagai aktivitas kreatif, mulai dari pengelolaan media sosial hingga pembuatan komik Islami sebagai bentuk dakwah kontekstual bagi masyarakat Jepang.
Keempat mahasiswi KPI UMY angkatan 2022 tersebut adalah Salsabila Qotrunnada, Afina Quthrotun Nida, Aulialora Rifah Jowinda, dan Amalia Dewi Prameswari.
Kepala Program Studi KPI UMY, Twediana Budi Hapsari, Ph.D., menjelaskan bahwa kerja sama dengan JDC bermula dari pertemuan dalam sebuah konferensi internasional tahun 2024.
“Awalnya, saya bersama Bu Anissa, dosen PAI, bekerja sama dengan Universitas Malaya dan Japan Da’wah Center. Saat itu kami menyelenggarakan konferensi internasional bertema Da’wah and SDGs. Dari sinilah inisiatif kerja sama magang ini mulai terjalin,” tutur Twediana seperti dilansir di laman resmi UM, Selasa sore (7/10/2025).
Inisiatif tersebut kemudian ditindaklanjuti dengan penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU) antara JDC dan UMY yang mencakup tingkat universitas, bukan hanya program studi. Dari MoU tersebut, diskusi teknis dan pelaksanaan program akhirnya terealisasi tahun ini.
Mengusung semangat dakwah global, lokasi magang di JDC dipilih karena lembaga tersebut aktif memfasilitasi kegiatan keislaman di Jepang, termasuk pembinaan bagi mereka yang baru mengenal Islam.
Selama magang, para mahasiswi KPI UMY akan menjalankan tugas yang selaras dengan kompetensi mereka, seperti mengelola akun media sosial JDC, membuat konten dakwah digital, membantu kegiatan kajian, bimbingan tahsin, serta mengajar tata cara salat bagi mualaf.
Tak hanya itu, mereka juga merancang proyek kreatif berupa anime dan komik Islami yang disesuaikan dengan karakter budaya Jepang. “Itu menjadi bentuk kreativitas dakwah yang menarik dan dekat dengan masyarakat Jepang,” imbuh Twediana.
Selama satu bulan magang, keempat mahasiswi ini juga mendapatkan fasilitas asrama (dormitory) yang disediakan oleh JDC. Sebelum keberangkatan, Prodi KPI UMY telah memberikan pembekalan intensif, baik dalam aspek keterampilan teknis maupun adaptasi budaya.
“Ini menjadi pembelajaran berharga bagi mahasiswa. Jepang mungkin dikenal tidak religius, tapi mereka sangat disiplin dan beretika. Dari sana mahasiswa bisa belajar banyak hal,” ujar Twediana.
Program magang internasional KPI UMY sendiri bukan hal baru. Sebelumnya, mahasiswa KPI telah menjalani magang di Sekolah Indonesia Jeddah dan Pimpinan Cabang Istimewa Muhammadiyah (PCIM) Belanda.
Namun, kerja sama dengan Jepang ini menjadi langkah maju yang signifikan dalam memperluas jejaring global.
Ke depan, Twediana menyampaikan bahwa Prodi KPI memiliki rencana ambisius untuk memperluas program magang internasional ke negara lain, salah satunya ke Tiongkok.
“Insya Allah, prospek berikutnya adalah ke China. Di sana juga ada lembaga Islam yang bisa menjadi mitra. Kami berharap mahasiswa KPI yang memiliki kemampuan mengaji yang baik bisa menjadi imam masjid di sana,” ungkapnya.
Menurutnya, potensi dakwah mahasiswa KPI UMY sangat besar karena didukung kemampuan komunikasi dan pemahaman agama yang kuat.
“Anak-anak KPI itu ngaji dan public speaking-nya bagus. Jadi, peluang dakwah internasional sangat terbuka luas,” tutup Twediana dengan optimisme. (*)






0 Tanggapan
Empty Comments