
PWMU.CO – PAUD Aisyiyah Tejoasri, Laren, Lamongan, adakan Outing Class Mom and Child ke Pasar Legendaris “Pasar Legi” yang ada di Desa Kaligerman, Kecamatan Karanggeneng, Kabupaten Lamongan, pada Jumat (24/01/2025).
Acara Outing Class ini dilakukan dengan menggunakan dua alat transportasi, darat dan air, yakni sepeda motor dan perahu.
Perjalanan Outing Class didampingi oleh Kepala Sekolah, Rumikah SPd; guru Kelompok B, Lilik Maesaroh SPd; guru Kelompok A, Kafifah SPd; serta guru Kelompok Bermain, Fitrul Azmiyah Agustina SPd dan dan Della Nur Nilam Sari SPd.
Sebelum berangkat, Rumikah bertanya kepada anak didiknya, “Outing Class ini kita kemana?,” tanyanya di depan anak-anak. Murid kelompok bermain, Jafran spontan berkata,”Ke Pasar Legi,” jawabnya penuh semangat.
“Iya betul,” jawab Rumikah dengan tersenyum. Kemudian Rumikah menjelaskan di depan ibu dan anak,”Outing Class ini merupakan kegiatan yang dilaksanakan setiap satu minggu sekali sesuai tema, topik, dan sub topik,” ujarnya.
Rumikah juga menerangkan untuk tema Outing Class kali ini, yaitu Cinta Indonesia, dengan topik Market Day, dan sub topiknya Pasar Legi. Oleh sebab itu, kami mengajak anak-anak datang langsung ke Pasar Legi di Desa Kaligerman.
Dia menambahkan, “Tujuan Kegiatan ini untuk mengenalkan Pasar Tradisional harga barang-barang jauh lebih murah dibanding dengan Pasar Modern seperti, Supermarket, Indomaret, Alfamart, dan lain-lain,” lanjutnya.
Perjalanan menuju lokasi menggunakan kendaraan sepeda motor. Anak-anak dibonceng ibunya, sebagian ada yang ikut gurunya.
Antusiasme anak-anak luar biasa, terlihat di sepanjang perjalanan dari TK Aisyiyah Tejoasri menuju Dusun Tejo yang melewati hamparan tanaman padi yang menghijau di sawah, mereka tampak suka cita.
Di ujung Dusun Tejo, sepeda di parkir kemudian anak-anak turun menuju penyeberangan Perahu Tradisional.
Anak-anak duduk berbaris rapi. Sebelum perahu diberangkatkan, anak-anak diajak guru Kelompok Bermain, Della, untuk berdoa, “Anak-anak, mari kita berdoa naik perahu,” ajaknya.
Setelah berdoa naik perahu, anak-anak langsung ramai bicara sendiri-sendiri, ada yang bernyanyi, ada yang tanya jawab, dan ada yang bercerita dengan ibunya ketika diterangkan guru di dalam kelas.
Di sela keramaian, Della mengajak berdoa kembali, “Anak-anak sebelum masuk pasar, mari kita berdoa agar dijaga oleh Allah dari godaan setan pasar,” lanjutnya .

Sesampai di Pasar Legi, guru kelompok B, Lilik menjelaskan tata krama membeli barang di pasar, “Anak-anak nanti kalau mau beli, ucap salam ya, atau permisi,” pesan Lilik.
Anak-anak kompak menjawab, “Iya, Bu Guru,” jawab mereka gemuruh. “Selesai membeli, anak-anak bilang apa ya?,” tanya Lilik lagi.
Anak-anak dengan kompaknya menjawab, “Terima kasih, Bu Guru,” jawabnya dengan riuh.
Kemudian mereka dipersilahkan untuk berinteraksi langsung dengan penjual, ibunya mengikuti dari belakang. Ada beberapa anak yang merasa bingung dengan begitu banyak penjual, namun mereka tetap senang dan antusias untuk membeli barang maupun jajan yang disukai.
Setelah pulang dari Pasar, anak-anak diajak berkumpul ditanya kembali oleh Rumikah tentang bagaimana perasaannya setelah pulang dari Pasar Legi. Mereka kompak menjawab, “Senang,” jawab anak-anak gemuruh.
Lebih lanjut, ibu dua anak itu mengajukan pertanyaan, “Siapa yang mencari uang buat belanja tadi?,” tanyanya. “Bapak,” jawab mereka kompak. Rumikah tersenyum dan membalas, “Pinter jawabnya,” ungkap Rumikah.
Selain itu, anak-anak diajak menghormati bapak ibunya, mendoakan supaya sehat banyak rizki, dan bahagia di dunia dan akhirat. Mereka berdoa, kemudian pulang ke rumah masing-masing. Orang tua senang anak-anak pun riang.(*)
Penulis Fitrul Azmiyah Agustina Editor Zahrah Khairani Karim