
Cultural Learning Goes to Bali sebagai rangkaian program global insight siswa SMA Muhammadiyah 1 Taman Sidoarjo, Selasa-Jumat (18-21/2/2025). (Nashiiruddin/PWMU.CO).
PWMU.CO – Kegiatan Outing Class Cultural Learning Goes to Bali merupakan sarana siswa SMA Muhammadiyah 1 Taman (Smamita) untuk mengembangkan dan meningkatkan daya juang kemampuan siswanya.
Kegiatan yang terhadiri sekitar 200 siswa dari kelas XI berlangsung pada hari Selasa hingga Jumat (18-21/2/2025).
Pembelajaran Budaya menuju Bali ini sebagai rangkaian program global insight. Peningkatan siswa dalam meningkatkan daya juang setiap siswa masing-masing.
Kunjungi Berbagai Wisata
Di Bali, siswa-siswi mengunjungi beberapa wisata di antaranya Tanah Lot, Pantai Kuta, Pantai Pandawa, Industry Visitation Pie Susu, Joger, Bedugul, dan pusat oleh-oleh lainnya.
Selain itu siswa terbagi menjadi beberapa kelompok yang juga akan menyelesaikan tugas. Berkaitan dengan mata pelajaran Biologi, Matematika, Bahasa Inggris, Bahasa Indonesia, Bahasa Jawa, PPKN, dan Sosiologi.
Wakil kepala sekolah bidang kesiswaan SMA Muhammadiyah 1 Taman Wahyu Bimas Kurniasandi, SIKom menjelaskan detail kegiatan tersebut.
“Kegiatan Cultural Learning Goes to Bali ini merupakan kegiatan Outing Class SMA Muhammadiyah 1 Taman” ujar Bimas.
“Tujuannya untuk mempelajari beberapa hal yang sudah dipelajari siswa di sekolah. Mulai dari mata pelajaran Biologi, Matematika, Bahasa Inggris, Bahasa Indonesia, Bahasa Jawa, PPKN, dan Sosiologi” tuturnya.
“Selain itu beberapa praktik atau kegiatan yang sudah dilakukan di sekolah oleh guru di smamita tentunya mempermudah mereka dalam menyelesaikan tugas” tambah Bimas.
Sehingga, ujar Wahyu, kelak ketika mereka berada di sekolah, para siswa bisa mempelajari dengan menyesuaikan mata pelajaran yang sudah tertulis sebelumnya. “Karena konsep dari Smamita kita bisa belajar di mana saja, kapan saja dan dengan siapa saja” tegas Bimas.
“Berkaitan dengan mata pelajaran Matematika geometri anak-anak akan mempelajari dari relief-relief yang ada di Bali. Selanjutnya berkaitan dengan Biologi mereka akan mempelajari biota laut karena di sini kita juga mengunjungi beberapa pantai yang ada di Bali sehingga itu bisa diteliti” terangnya.
Eksplorasi Budaya Bali
Kemudian perihal mata pelajaran bahasa, para murid bisa mengeksplorasi budaya yang ada di Bali bahkan juga dengan turis-turis yang datang dari mancanegara.
“Harapannya mengenai kegiatan hari ini selain anak-anak bisa bersenang-senang juga ada edukasi tersendiri” harap Bimas.
“Tidak hanya semata-mata kita liburan, foto-foto, atau berwisata saja. Tetapi lebih dari itu, anak-anak akan mempelajari yang memang itu sesuai dengan yang sudah dipelajari di sekolah” katanya.
“Semoga kegiatan ini bisa berjalan dengan baik dan anak-anak bisa mendapatkan nilai positif dari kegiatan yang kita lakukan selama empat hari” pungkas Bimas yang merupakan anggota majelis kader PCM Sepanjang.
Sementara ketua pelaksana Cultural Learning Goes to Bali Ahmad Syihabuddin SSos menjelaskan tujuan kegiatan ini.
“Kegiatan selama empat hari ini juga sebagai sarana belajar mengenai budaya. Bahwa budaya yang ada di Bali itu tidak sama dengan budaya yang ada di tempat tinggal kita. Tentunya mereka bisa menambah wawasan yang baru, bagaimana mereka melihat tempat yang baru dan sebagainya” tegas Ahmad.
“Selain itu mereka juga belajar cara untuk melakukan komunikasi dengan warga lokal dan warga asing yang ada di Bali, dengan beberapa tugas yang nantinya akan mereka selesaikan bersama kelompoknya masing-masing” tambahnya.
Sementara Farah Bilqis Al Maghfira, siswa kelas XI-3, yang mengikuti kegiatan Cultural Learning Goes to Bali merasakan kesan mendalam.
“Cultural Learning kali ini merupakan pengalaman baru bagi diri saya pribadi dan juga teman-teman. Smamita benar-benar memberikan dan memfasilitasi diri saya dan juga teman-teman untuk mendapat ilmu yang baru” tuturnya.
“Tanpa saya sadari sebelumnya, meski kegiatan di luar sekolah rupanya banyak sekali ilmu yang dapat kami ambil. Hal ini dapat dibuktikan dari penugasan yang diberikan” ujar Farah.
Selain itu, Farah juga mengatakan bahwa ia terdorong untuk selalu peka terhadap lingkungan sekitar. “Cultural Learning akan menjadi pengalaman tak terlupakan bagi saya” pungkas Bilqis yang juga Kepala Bidang Pengkajian Ilmu Pengetahuan IPM Smamita.
Penulis Nashiiruddin, Editor Danar Trivasya Fikri