
PWMU.CO – SD Muhammadiyah 22 Surabaya menggelar Wisuda Khotmil Quran Angkatan ke-5 dan Tahfidzul Quran Angkatan ke-2 di sebuah gedung pertemuan di kawasan Balas Klumprik, Surabaya, Sabtu (22/2/2025).
Kepala SD Muhammadiyah 22 Surabaya, Listianah, dalam sambutannya menyampaikan rasa syukur atas perjuangan para siswa dalam menyelesaikan hafalan al-Quran. Menurutnya, pencapaian ini adalah hasil dari kesungguhan mereka dalam belajar, meskipun di tengah kesibukan tugas sekolah.
“Syukur Alhamdulillah dari kesungguhan belajar al-Quran akhirnya meraih prestasi yang membanggakan. Perjuangan yang begitu panjang tanpa mengenal leleh disamping kesibukan tugas belajar di sekolah anak anak juga mampu belajar al-Quran dengan baik serta berprestasi saat Imtihan (sidang terbuka),” ujarnya.
Acara ini dihadiri oleh Ketua Pimpinan Cabang Muhammadiyah (PCM) Karang Pilang beserta Wakil Ketua, Ketua Majelis Dikdasmen Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Surabaya, serta para siswa yang didampingi oleh orang tua mereka. Prosesi wisuda berlangsung khidmat, hingga banyak peserta yang tak kuasa menahan air mata haru.
Listianah menambahkan bahwa wisuda ini bukan sekadar seremoni, tetapi juga menjadi momen penting dalam perjalanan spiritual siswa. Ia mengungkapkan bahwa melalui wisuda ini, diharapkan anak-anak semakin termotivasi untuk istiqamah dalam tilawah dan hafalan. Hal ini tentu membutuhkan proses yang panjang serta kebersamaan dan kerja sama dengan orang tua.
Sebanyak 119 siswa dari kelas 2 hingga kelas 6 mengikuti Wisuda Khotmil Quran, sementara 17 guru turut mendampingi sebagai pengajar hafalan al-Quran. Ia juga menegaskan bahwa di SD Muhammadiyah 22 Surabaya, kegiatan tilawah dan hafalan menjadi bagian dari aktivitas harian guna menambah pemahaman dan kecintaan terhadap al-Quran.
Ketua Majelis Dikdasmen PDM Surabaya, Ustadz Dikky, dalam sambutannya menyampaikan pentingnya pendidikan al-Quran sejak dini. Menurutnya, anak-anak saat ini lebih banyak berpikir dibanding bergerak secara fisik. Jika pikiran mereka tidak dikendalikan dengan al-Quran, maka akan berbahaya.
“sungguh kita bersyukur sejak dini anak anak sudah belajar al-Quran, sebagaimana disebutkan dalam surat as-shof ayat 4 memerintahkan kepada kita semua agar bersinergi menata dan mendidik anak-anak kita,” pesannya.
Ia juga mengajak para guru dan wali murid untuk berkolaborasi dalam pendidikan berbasis al-Quran. Ia juga menuturkan bahwa ketika kita menghafal al-Quran, yakinlah bahwa al-Quran akan membimbing kehidupan kita. Guru dan orang tua harus berjalan beriringan dalam mendidik anak-anak agar terjalin kesinambungan yang baik.
Sebagai bentuk apresiasi, Ustadz Dikky juga mengusulkan agar Perguruan Muhammadiyah Karang Pilang Surabaya memberikan beasiswa atau potongan biaya pendidikan bagi siswa berprestasi di bidang al-Quran. “Bila perlu diskon 50-75 persen agar mereka bisa melanjutkan ke SMP Muhammadiyah 6 Krembangan. Kita semua adalah keluarga besar yang harus saling mendukung,” tambahnya.
Menutup acara, Ustadz Dikky mengingatkan bahwa tugas mendidik generasi Qurani masih panjang. Disampaikan selamat kepada Ananda yang telah diwisuda, terus tingkat belajar Alquran dan amalkan untuk bekal kehidupan. Kepada Ayah Bunda mari bersama berupa menjadikan anak anak kita menjadi anak Soleh dan Sholihah dengan al-Quran sebagai petunjuknya.(*)
Penulis Andi Hariyadi Co Editor Ahmad Fikri