
PWMU.CO – Ketua Majelis Pendidikan Dasar Menengah dan Pendidikan Nonformal (Dikdasmen dan PNF) Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Banyuwangi, Drs Sujanto MM memaparkan konsep deep learning di acara Baitul Arqam guru dan karyawan Sekolah Menengah Kejuruan Muhammadiyah 2 (SMK Muda) Genteng, Banyuwangi pada Sabtu (22/3/2025).
Kegiatan Baitul Arqam ini merupakan program rutin tahunan SMK Muda Genteng untuk memberikan peningkatan kompetensi guru dan karyawan selama mengabdi di sekolah.
Di awal penyampaiannya, Ketua Majelis Dikdasmen dan PNF itu memberikan pengantar terkait bulan Ramadan. Sambil ia membacakan hadits Nabi Muhammad SAW yang diriwayatkan oleh Imam Bukhari dan Muslim dari sahabat Abu Hurairah Ra. Di hadits tersebut dijelaskan perintah Allah kepada orang-orang yang beriman agar menjalankan puasa.
“Mudah-mudahan, puasa, shadaqah, dan Ibadah kita mendapatkan keridhaan Allah SWT,” ujarnya.
Kemudian ia menjelaskan satu perubahan yang terjadi di negara kita, yaitu perubahan pada pendidikan. Terutama pada kementerian Dikdasmen.
Menurutnya, ada dua jenis pendidikan, yaitu pendidikan formal dan pendidikan masyarakat atau nonformal. Harapannya di samping pendidikan formal, SMK Muda juga dapat menampung orang-orang yang tidak berkesempatan menempuh pendidikan vokasi.
“Artinya, mungkin ada satu ruang di sekolah ini untuk mewadahi warga masyarakat yang tidak mampu menjangkau pendidikan SMK, namun ingin meningkatkan kompetensinya,” ulasnya.
Selanjutnya di hadapan para guru dan karyawan SMK Muda Genteng itu, Sujanto menjelaskan konsep Pembelajaran Mendalam (PM) atau yang lebih dikenal dengan istilah deep learning.
Ada tiga hal yang menurutnya dikatakan deep learning.
1. Berkesadaran.
Guru tidak sekadar memenuhi kewajiban mengajar saja, tetapi ada makna mendalam yang bisa diambil dari proses pembelajaran.
2. Situasi menggembirakan.
Secara individu, perhatian guru lebih fokus pada anak.
3. Pelaksanaan pembelajaran yang mencakup 4 unsur.
Keempat unsur itu adalah olah pikir, olah hati, olah rasa, dan olah raga.
Harapan dari pendidikan deep learning tersebut adalah outcome siswa yang meliputi 8 dimensi yakni:
1. Keimanan dan ketaqwaan kepada Tuhan Yang Maha esa
2. Kewarganegaraan
3. Penalaran kritis
4. Kreativitas
5. Kolaborasi
6. Kemandirian
7. Kesehatan
8. Komunikasi
Sambil menutup penyampaiannya, Sujanto membuka Baitul Arqam SMK Muda Genteng dengan mengucap basmallah. (*)
Penulis Taufiqur Rohman Editor Ni’matul Faizah