
PWMU.CO-Jamaah Sholat Idul Fitri 1446 H di desa Kemiri menyimak pesan khutbah idul Fitri di lapangan desa Kemiri, Sumpiuh, Banyumas Senin (31/03/2025) yang mengingatkan pentingnya peningkatan takwa di hari penuh kemenangan tersebut.
Dalam khutbahnya, Hudzaifaturrohman SThI menyatakan bahwa di antara tujuan puasa yang disyariatkan oleh Allah SWT ialah agar umat Islam bersyukur sebagaimana disebutkan di dalam Qs al-Baqarah ayat 185.
وَلِتُكَبِّرُوا۟ ٱللَّهَ عَلَىٰ مَا هَدَىٰكُمْ وَلَعَلَّكُمْ تَشْكُرُونَ
dan hendaklah kamu mengagungkan Allah atas petunjuk-Nya yang diberikan kepadamu, supaya kamu bersyukur.
“Kesyukuran kita tidak berarti apa-apa jika kita tidak mau beribadah sesuai yang disyariatkan,” terangnya di hadapan ratusan jamaah yang memenuhi lapangan desa Kemiri pagi itu.
Hudzaifah lantas menjelaskan bahwa esensi idul Fitri ialah bertambah ketaatan kepada Allah.
“Di bulan Ramadhan kita mujahadatun nafs. Di bulan Syawal ini kita kekang nafsu kita dengan baik,” jelasnya.
Ia menjelaskan bahwa Mujahadah adalah mampu meningkatkan jiwa kita ke derajat yang lebih tinggi yang lebih mulia dan lebih baik.
“Yang sudah sholat wajib maka sholat wajibnya ditingkatkan kualitasnya,” imbuhnya.
Hudzaifah menjelaskan bahwa manusia terbagi menjadi tiga golongan menurut al-Qur’an. Yaitu yang pertama, Dzalimun linafsih, orang yang perkara wajib dia tinggalkan.
“Hidupnya tidak akan baik-baik saja karena sukanya mendzalimi dirinya sendiri,” terangnya.
Golongan kedua ialah muqtasidun, orang yang pertengahan. Di antara cirinya ialah sholat wajibnya dia kerjakan namun sholat sunnahnya dia belum kerjakan.
“Yang ketiga ialah Sabiqun bil Khoirot, orang yang selalu berlomba dalam kebaikan. Golongan ini tidak hanya sholat wajib, namun Ibadah wajib sudah merupakan kebutuhan. Zakat ditunaikan infaq sedekahnya juga,” imbuhnya.
Hudzaifah menegaskan bahwa merupakan hal yang wajar jika Manusia berbuat dzalim tapi jangan terus menerus.
“Kita tidak layak menyombongkan diri. Karena kebaikan kita datangnya dari Allah Swt,” ungkapnya.
Terakhir, Hudzaifah menjelaskan bahwa puasa adalah ibadah yang tujuannya adalah untuk membentuk pribadi yang bertakwa.
“Ketika kita menjadi orang yang bertakwa akan mendapatkan banyak kemudahan-kemudahan,” ucapnya.
Ia lantas menukil perkataan Ali bin Abi Thalib terkait definisi takwa.
التقوى هي الخوف من الجليل، والعمل بالتنزيل، والاستعداد للرحيل، والقناعة بالقليل
‘Takwa ialah senantiasa takut kepada Allah, mengamalkan isi al-Qur’an, menerima pemberian dari Allah meskipun sedikit, dan mempersiapkan kematian’
“Di hari kemenangan ini, mari kita Saling memaafkan di antara manusia.
Sehingga mampu mendapatkan buah dari takwa,” tandasnya.
Penulis Ain Nurwindasari Editor Alfain Jalaluddin Ramadlan