Majelis Pustaka, Informasi, dan Digitalisasi (MPID) Pimpinan Cabang Muhammadiyah (PCM) Laren menggelar Pelatihan Jurnalistik Praktis di Gedung Dakwah Muhammadiyah (GDM) Laren, Ahad (26/10/2025) pagi sampai sore.
Kegiatan ini bertujuan menggali potensi kader Muhammadiyah agar mampu menulis berita dan opini secara menarik. Pasalnya, banyak kegiatan persyarikatan dan amal usaha yang menarik tetapi belum terpublikasi karena para kader belum terbiasa membuat liputan jurnalistik.
Pelatihan ini menghadirkan dua pemateri dari PWMU.CO, salah satunya Editor PWMU.CO, Alfain Jalaluddin Ramadlan sekaligus ustadz di Pondok Pesantren Al Mizan Muhammadiyah Lamongan.
Dalam paparannya, ia berbagi pengalaman lapangan dengan mengulas “Lima Trik Jitu Merebut Perhatian Pembaca” agar tulisan semakin diminati.
Lima Trik Jitu
Peraih Penulis terproduktif PWMU.CO tiga kali ini menguraikan lima kunci penting dalam menulis berita yang menarik dan mudah dibaca:
Satu, Buat judul yang menarik. Judul merupakan pintu utama yang menentukan apakah pembaca tertarik membaca berita.
“Kalau judulnya menarik, pembaca akan penasaran dan ingin tahu isi beritanya,” ujarnya.
Ia mencontohkan, ketika menulis berita tentang warga Lamongan, ia menggunakan judul provokatif namun faktual: “Wajah Orang Lamongan Itu Penipu.” Judul itu, katanya, membuat pembaca tertarik dan ramai dibaca.
Dua, Paragraf pertama harus menarik dan memikat pembaca. “Paragraf pembuka harus mampu menyenangkan hati pembaca agar mereka terus membaca hingga akhir,” ujar laki-laki kelahiran 13 Desember 2000 ini.
Tiga, Jangan terlalu panjang. Menurutnya, panjang ideal berita sekitar 300 kata. Jika lebih dari itu, sebaiknya dibagi menjadi dua berita berbeda tema.
“Tulisan terlalu panjang membuat pembaca jenuh, sedangkan terlalu pendek sulit terdeteksi Google,” tambah Fathurrahim Syuhadi, MM, M.Pd, Redaktur PWMU.CO yang juga menjadi narasumber.
Empat, Cantumkan foto yang menarik dan relevan. Foto berfungsi memperkuat bukti kegiatan dan mempercantik tampilan berita.
“Pastikan foto jelas, fokus pada subjek utama, dan diambil dengan mode lanskap,” pesan Alfain.
Lima, Minta orang lain untuk mengecek sebelum dikirim. Pemeriksaan oleh rekan lain penting agar berita valid dan tidak mengandung kesalahan.
Penulis buku Konsep Dasar Ekonomi Islam ini juga mengingatkan peserta agar menjaga etika jurnalistik, seperti tidak melakukan plagiasi, tidak mengirim satu berita ke banyak media, dan tidak menyebut identitas korban kejahatan secara lengkap.
“Sebut saja dengan inisial, itu bagian dari tanggung jawab moral seorang jurnalis,” tegasnya.
Antusias Peserta
Sekretaris MPID PCM Laren, M. Ifrosin menjelaskan bahwa pelatihan ini diikuti 47 peserta dari berbagai unsur persyarikatan dengan antusias tinggi. Jadwal semula yang direncanakan hingga pukul 12.00 WIB bahkan diperpanjang sampai pukul 14.30 WIB karena semangat peserta begitu besar.
Sementara itu, Ketua MPID PCM Laren, Slamet Hariadi, dalam sambutannya memotivasi para peserta dengan pesan sederhana namun kuat:
“Tiga M bagi penulis itu adalah Menulis, Menulis, dan Menulis.”
Pelatihan ini diharapkan menjadi awal tumbuhnya penulis-penulis muda Muhammadiyah di Laren yang mampu menyebarkan semangat dakwah dan pencerahan melalui media. (*)






0 Tanggapan
Empty Comments