Sebanyak 57 santri Pondok Pesantren Internasional Abdul Malik Fadjar (PPI AMF) resmi diberangkatkan untuk mengikuti ajang Olimpycad yang akan diselenggarakan di Makassar.
Pemberangkatan ini menjadi momentum penting bagi PPI AMF dalam menegaskan komitmennya terhadap pengembangan prestasi akademik santri di tingkat nasional, khususnya pada bidang sains, literasi, serta keilmuan yang terintegrasi dengan nilai-nilai keislaman.
Prosesi pelepasan santri dilaksanakan di lingkungan PPI AMF dengan suasana khidmat dan penuh semangat. Para santri tampak mengenakan seragam rapi, didampingi ustaz dan ustazah pembimbing yang sejak awal intens membersamai proses pembinaan dan persiapan lomba. Raut optimistis dan percaya diri terlihat jelas dari para santri yang siap mengemban amanah membawa nama baik pesantren dalam kompetisi tersebut.
Kompetisi sebagai Pembentukan Karakter dan Mental Juara
Pimpinan PPI AMF dalam sambutannya menegaskan bahwa keikutsertaan santri dalam Olimpycad tidak sekadar menjadi ajang kompetisi, tetapi juga sarana pembentukan karakter, mental juara, serta penguatan tradisi keilmuan di lingkungan pesantren.
Santri PPI AMF diharapkan memiliki keberanian tampil, kemampuan berpikir kritis, serta akhlak yang mencerminkan nilai Islam rahmatan lil ‘alamin di mana pun berada.
Olimpycad juga dipandang sebagai ruang strategis untuk mengukur kemampuan diri, berinteraksi dengan peserta dari berbagai daerah di Indonesia, serta memperluas wawasan dan jejaring intelektual.
Karena itu, para santri diharapkan tidak hanya berorientasi pada hasil, melainkan mampu menunjukkan sikap sportif, disiplin, dan adab yang baik selama mengikuti seluruh rangkaian kegiatan.
Dalam keberangkatan tersebut, sejumlah ustaz dan ustazah turut mendampingi secara langsung sebagai bentuk tanggung jawab moral dan akademik pesantren. Para pendamping memastikan kesiapan mental, spiritual, dan teknis santri sejak perjalanan hingga pelaksanaan lomba di Makassar.
Kehadiran mereka menjadi penegasan bahwa pesantren membersamai perjuangan santri dalam satu visi pendidikan.
Salah satu ustaz pendamping menyampaikan bahwa para santri telah menjalani pembinaan intensif jauh sebelum keberangkatan. Pendalaman materi lomba, latihan soal secara berkala, serta penguatan spiritual melalui doa dan pembiasaan ibadah terus dilakukan guna menjaga keseimbangan antara kecerdasan intelektual dan ketenangan batin.
PPI AMF dikenal sebagai pesantren yang memberikan perhatian besar terhadap pengembangan potensi santri secara holistik, baik dalam aspek keagamaan, akademik, maupun kepemimpinan.
Keikutsertaan 57 santri dalam Olimpycad menjadi bukti bahwa pesantren mampu melahirkan generasi yang unggul, kompetitif, dan siap bersaing di tingkat nasional tanpa meninggalkan identitas keislamannya.
Seluruh sivitas akademika PPI AMF melepas keberangkatan para santri menuju Makassar dengan doa dan harapan terbaik. Semoga para santri diberikan kelancaran, kesehatan, serta hasil yang membanggakan, sekaligus mampu menginspirasi santri lainnya untuk terus berprestasi dan berkontribusi bagi umat dan bangsa.






0 Tanggapan
Empty Comments