Kemenangan Sonya pada Lomba Membacakan Nyaring, Kuatkan Berlian School sebagai Sekolah Literasi

295
Hikmah Press
Sonya dan H Kasdari SPd MM, Kabid Tendik Dinas Pendidikan Kabupaten Gresik. (Istimewa/PWMU.CO)

PWMU.CO – Senyum Irma Sonya Suryana mengembang lebar. Ekspresi kebahagiaan guru SD Muhammadiyah 2 GKB Gresik itu tak bisa disembunyikan.

Perjuangan panjang untuk menjadi orang nomer satu dalam Lomba Membacakan Nyaring terjawab sudah. Ia dinobatkan sebagai Juara I dalam lomba yang diselenggarakan oleh Perpustakaan Semesta Alam PT Smelting TBK, Senin (12/3/18).

iklan

Perjuangan dimulai saat ia bersama 152 guru SD/MI negeri dan swasta se-Kabupaten Gresik mengirimkan video rekaman membaca nyaring di depan kelas.

Dari seratus lebih peserta itu disaring lagi menjadi 67 orang untuk mengikuti pelatihan di Dinas Perpustakaan dan Arsip Kabupatn Gresik, 27 Februari 2017.

Selanjutnya dipilih 32 peserta yang masuk babak final. Teknisnya, 67 peserta diminta mengambil satu buku cerita dan praktik membaca nyaring di depan juri.

Baca Juga:  Yasser Arafat dan Raja Salman dalam Dress Code ala Timur Tengah di Pawai Muharam Berlian School

Dalam final, ke-32 peserta diberikan kesempatan membaca cerita anak berdurasi 7 menit saja.

Sonya saat di depan juri. Peserta lain tak tahu ekspresi membaca nyaringnya. (Istimewa/PWMU.CO)

“Seorang pendongeng harus bisa mengintepretasikan dan mengekspresikan isi bacaan ke dalam jiwa anak-anak sehingga mereka seolah-olah ikut berperan di dalamnya,” komentar Kak Nit Nit, juri yang berlatar belang psikolog dan pendongeng itu.

Irma Sonya Suryana, atau yang akarb disapa Sonya, menjelaskan, saat lomba, peserta dimasukkan dalam ruang bersekat. “Sehingga peserta lain tidak bisa melihat interpretasi dan ekspresi saya. Tapi mereka bisa mendengar suara saya,” ungkapnya pada PWMU.CO, Selasa (13/3/18). Sementara itu, tambahnya, para juri berada langsung di depan peserta lomba.

Ketua LSM M LSM Mutiara Rindang Zues Kuswanto mengatakan lomba ini mengadopsi lomba dari luar negeri yang bertajuk reading aloud. “Di sana sudah menjadi kebiasaan dan pembelajaran sehari-hari,” terang penggerak literasi di Jatim itu. Menurutnya, lomba ini kali pertama diadakan di Indonesia.

Baca Juga:  Siswa Berlian School Membuat Mainan dengan Manfaatkan Barang Bekas

Kak Nit Nit menyampaikan, dalam final, semua peserta tampil maksimal. “Ini yang membuat para juri kebingungan dalam menentukan juaranya,” tutur dia.

Namun begitu akhirnya tiga juara berhasil dipilih juri. Juara I Irma Sonya Suryana S Kom dari SD Muhammadiyah 2 GKB; Juara II Nurus Shofiyah, S.Pd dari SDN Ketanen Panceng, Gresik; dan Juara III Kudriyah Usmiati SPd dari SDN Suci Manyar, Gresik.

“Saya merasa sangat bahagia. Sama sekali tidak menyangka karena semua peserta sangat bagus dengan interpretasinya masing-masing,” kata Sonya yang menjabat Wakasek Kesiswaan di SD berjuluk Berlian School itu. Selain piala, ia berhak atas hadiah uang sebesar Rp 2,5 juta.

Kemenangan Sonya disambut rasa syukur Mochammad Nor Qomari SSi, Kepala Berlian School. “Alhamdulillah, semoga prestasi ini menjadi pemicu bagi siswa-siswi dan ustadz-ustadza Berlian School untuk lebih giat membaca buku sebagai budaya yang baik.

Baca Juga:  Guru-Guru Berlian School Khatamkan Alquran saat Siswa Libur Sekolah

Bagi Ari, sapaan akrabnya, kesuksesan Sonya semakin melengkapi budaya literasi di Berlian School. “Sebelumnya, perpustakaan kelas kita telah menjadi rujukan bagi berbagai sekolah di Jatim, bahkan Jateng,” terangnya. (MNQ)

Sebanyak 67 peserta yang mengikuti pelatihan. (Istimewa/PWMU.CO)