SAIM Surabaya, Sekolah tanpa PR dan Jadwal Pelajaran

589
Hikmah Press
Salah satu kelas di SAIM yang berbentuk segi-8. (Yudi/PWMU.CO)

PWMU.CO – Tertarik dengan pembelajaran yang peduli potensi unik dan perkembangan psikologis siswanya, SD Muhammadiyah Manyar (SDMM) Gresik berkunjung ke Sekolah Alam Insan Mulia (SAIM) Surabaya, Kamis (15/3/18).

Manager Humas Hamdiyatur Rohmah MPsi menyambut hangat kedatangan rombongan SDMM beserta Play Group Tunas Aisyiyah dan TK Aisyiyah 36 Perumahan Pongangan Indah (PPI).

iklan

Dalam pemaparannya, Wakil Kepala SD SAIM Surabaya Ahmad Muhibullah SPd menyampaikan permohonan maaf dari kepala sekolah karena sedang mengikuti kegiatan Jaringan Sekolah Alam Nusantara.

Muhib—sapaan akrabnya—menyampaikan, sekolahnya didirikan tahun 2000 oleh Drs M Sulthon Amien MPd bersama dengan beberapa orang timnya. “Di antaranya, pakar pendidikan Unesa Prof Dr Muchlas Samani, pakar psikologi UGM Prof Asip F Hadipranata, pakar kreativitas ITB Prof Dr Primadi Thabrani, pakar pendidikan Unesa yang sekarang menjadi Ketua Dewan Pendidikan Surabaya Dr Martadi, dan pakar pendidikan Unesa Dr Syamsul Shodiq,” jelasnya.

Sekolah ini, lanjutnya, dirancang sebagai sebuah sekolah yang tidak membebani siswa. “Jadi, mereka merasa senang dan betah berlama-lama di sekolahnya,” ujar pria asal Bungah, Gresik tersebut.

Oleh karena itu, secara umum praktik pendidikannya menggunakan tiga konsep pembelajaran, yaitu integrated learning, joyful learning, dan cooperatif learning.

“Di sekolah ini, tidak ada jadwal pelajaran seperti sekolah pada umumnya. PR (pekerjaan rumah) juga tidak ada. Yang ada hanyalah tugas proyek untuk siswa,” paparnya.

Pria berkacamata tersebut juga menyampaikan, proyek yang diberikan kepada siswa beragam. Misalnya pengolahan sampah, penghematan listrik di rumah, penghematan air di rumah, dan sebagainya.

“Jadi, tidak ada hari yang tidak disukai oleh siswa,” ujarnya disambut tawa semua tamu kunjungan.

Muhib melanjutkan, ruang kelas khususnya untuk kelas kecil sengaja dibentuk segi-8 dan dinamis. “Segi-8 ini untuk menghindari adanya sudut mati, sehingga bisa berubah-ubah hadapnya. Selain itu, ada dua pintu untuk tiap kelas supaya bisa bergantian pintu masuknya, sehingga anak tidak bosan,” jelas alumni Pendidikan Matematika Unesa tersebut.

Koordinator Humas SDMM Arif Wahyudi SPd mengaku tertarik dengan konsep pengaturan guru di SAIM. “Saya melihat di sekolah ini, tiap kelas didampingi satu guru laki-laki dan satu guru perempuan sebagai sosok ayah dan ibu selama anak-anak berada di sekolah,” paparnya.

Menurutnya, tidak mudah mencari guru laki-laki sebagai pengajar di sekolah dasar. “Kebanyakan yang melamar biasanya perempuan,” ujarnya sambil tertawa.

Keep calm and enjoy your study! (Vita)

Sisi dalam ruang kelas segi-8 di SAIM. (Yudi/PWMU.CO)