Resep Rekreasi ala Sulthon Tumbuhkan Gerakan Amar Ma’ruf Nahi Mungkar

79
Hikmah Press
Sulthon Amien memberikan materi ceramah di hadapan jamaah pengajian Ahad Pagi (foto: Mukhlasin/pwmu.co)

PWMU.CO-Jamaah fastabiqul khoirot harus melakukan rekreasi. Itulah pesan dari Wakil Ketua Pimpinan Wilayah (PW) Muhammadiyah Jatim Drs. H. Sulthon Amien, MM dalam pengajian Ahad Pagi  Pimpinan Cabang (PC) Muhammadiyah Wonocolo, Ahad (18/3/2018).

Di hadapan jamaah, Sulthon menjelaskan maksud pesan rekreasi yang disampaikan. Dikatakan, rekreasi seharusnya tidak hanya untuk tujuan selfi-selfi di beberapa icon kota tertentu dan selanjutnya dishare di grup sosial media sebagai laporan kalau sudah pernah sampai di sana. Tetapi, lanjut pengusaha sukses ini, rekreasi perlu dimaknai dan dikembangkan untuk tujuan kemanfaatan lebih luas.

iklan

“Jadi, rekreasi jangan hanya untuk tujuan selfi-selfi belaka seperti yang marak terjadi akhir-akhir ini,” nasihat Sulthon.

Dikatakan, kegiatan rekreasi setidaknya diharapkan memiliki tujuan lebih luas dan bermanfaat. Pertama, kata dia, rekreasi bisa dimanfaatkan untuk mempelajari kebaikan-kebaikan yang ada di suatu daerah lain untuk diterapkam di daerah masing-masing. Misalnya, tambah dia, Pimpinan Ranting (PR) Muhammadiyah Jemur Wonosari yang sudah memiliki koperasi, lalu melakukan rekreasi untuk tujuan mencari koperasi-koperasi yang baik untuk dijadikan model pengembangan koperasi yang ada di Jemur Wonosari.

Kedua, tambah dia, dengan rekreasi akan mampu melihat kekurangan kekurangan yang ada di dalam menjalankan amanah organisasi. Bila pengurus Muhammadiyah tidak pernah keluar dari wilayahnya dan merasa sudah cukup banga dan puas dengan apa yang telah dicapai selama ini, maka itu menjadi tanda kemunduran. Karena, tambah dia, dinamika gerakan yang ada di dalam belum tentu lebih baik dan lebih variatif gerakannya, dari luar. Bahkan bisa-bisa pihaknya akan tergelus oleh dinamika di luar karena di dalam sudah tidak mampu membendungnya.

Ketiga, kata dia, dengan rekreasi diharapkan mampu menumbuhkan kreatifitas-kreatifitas baru di bidang gerakan  dakwah amal ma’ruf nahi mungkar setelah sekian lama menjalankan rutinitas organisasi. Dan kegiatan rekreasi itu tidak hanya fokus dalam bidang tertentu, tetapi di semua bidang harus melakukan demi perkembangan Muhammadiyah (Mukhlasin)