Safari Subuh PDM: Harus ada Korelasi Positif antara Ibadah dan Mu’amalah

101
Hikmah Press
Ustadz Habibullah Al Irsyad saat memberi kuliah subuh di Masjid Al-Fajar Komplek Rusun Menanggal Surabaya (foto: Umar takmir;pwmu.co)

PWMU.CO– Dalam suatu kesempatan Prof Dr H Din Syamsudin MA menyampaikan bahwa di antara watak-watak Al Islam adalah Diinur Rahmah Wa Salaamah. Islam adalah agama kasih sayang dan keselamatan, atau perdamaian. Kemudian Al Islam sebagai Diinul  ‘Adaalah, Islam adalah agama keadilan. Tapi ada dua watak lain yang sangat penting dan nyaris dilupakan ummat Islam dewasa ini dan merupakan prasyarat bagi kebangkitan umat Islam di dunia maupun di negara masing-masing yaitu Al Islam Diinul Khadaarah. Islam adalah agama kemajuan, agama peradaban.

Penggalan tausiyah ini, disampaikan Ustadz Habibullah Al Irsyad M.PdI dalam kegiatan safari subuh Majelis Tabligh Pimpinan Daerah Muhammadiyah Kota Surabaya di Masjid Al-Fajar Komplek Rusun Menanggal Surabaya. Ahad (25/3/18) pagi.

iklan

“Kalau kita perhatikan ayat suci Al quran surat Al Jumu’ah ayat 10 maka akan terlihat jelas adanya pesan Islam yang sangat kuat bagi kita,” tutur Ustadz Habibullah Al Irsyad.

Yakni, lanjut pengurus Lembaga Dakwah Khusus PDM Surabaya ini, pesan pada ummat Islam untuk menampilkan Islam dalam watak Diinul Khadaarah dan Diinus Syahadah. Islam adalah agama kemajuan, agama peradaban, dan agama kesaksian. Dia kemudian menyampaikan firman Allah dalam surat Al Jumuah ayat (10). Ustadz Habib secara lengkap membacakan firman Allah berikut terjemahannya kepada jamaah.

“Apa makna dari ayat ini?” tanya Ustadz Habib yang juga pengurus Korps Muballigh Muhammadiyan (KMM) Kota Surabaya ini kepada para jamaah.

Habib menjelaskan bahwa maknanya secara ringkas dari ayat tersebut adalah anjuran pada ummat Islam untuk menegakkan konsep hablum minallah dengan ibadah-ibadah seperti shalat. “Tetapi setelah itu, kita harus mengembangkan kebudayaan hablum minannaas,” jelas dia.

Hablum minannas, tambah dia, bukan hanya sekedar berhubungan baik dengan sesama manusia, dalam kesopanan, kesantunan interaksi, dan relasi sosial. Hablum minannas juga mengandung arti kerjasama, kebersamaan untuk membangun kebudayaan, dan untuk menampilkan watak Islam Addiinul Khadaarah dan Diinus Syahaadah sebagaimana disebutkan di awal.

Bagi dia, harus ada korelasi positif antara ibadah dan mu’amalah, antara ibadah dan kebudayaan yang dibangun. Dan ini masalah besar ummat Islam. Ummat Islam seringkali tidak mampu menghubungkan, menarik korelasi positif antara yang namanya ibadah hablum minallah dengan mu’amalah dalam hubungan dengan sesama manusia atau hablum minannas.

“Sering hablum minannas seolah-olah intensif, seolah-olah tinggi, namun tidak menjelma dalam kehidupan kebudayaan dalam berbagai aspeknya: sosial, ekonomi, politik, ilmu pengatahuan, dan lain sebagainya.” tambahnya

Di akhir tausiyahnya, Ketua Ikatan Karyawan Kesehatan (IKKM) RS PKU Muhammadiyah ini mengajak pada jamaah untuk saling menjaga kekompakan dan meningkatkan ukhuwah Islamiyah. Dirinya berharap semuanya diberi kesehatan, kelapangan rezeki, dan keberkahan hidup. (habibie)