Marbot dan Jamaah Masjid Muhammadiyah Harus Makmur

191
Hikmah Press
Silaturrahim dan koordinasi Majelis Tablig PDM Surabaya, Korps Mubaligh Muhammadiyah, dan Alumni KBIH Muhammadiyah 2012-2017.(habibie/pwmu.co)

PWMU.CO – Majelis Tabligh Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Surabaya, Korps Mubaligh Muhammadiyah, dan Alumni KBIH Muhammadiyah periode 2012-2017 menggelar silaturrahim di sebuah rumah makan yang terletak di Jalan Darmawangsa, Rabu (28/3).

Silaturrahim yang bisa juga dikatakan rapat koordinasi ini juga diwarnai dengan adanya sosialisasi Bank Muamalat Surabaya yang menyampaikan program mereka tentang Solusi Masjid Muamalat. Program ini dalam rangka untuk kebutuhan pengembangan dan pemberdayaan masjid secara mandiri, pengelolaan dana masjid dengan mudah dan aman.

iklan

Ketua Majelis Tabligh PDM Kota Surabaya Ustadz Suhadi M Sahli menyampaikan bahwa ke depan dengan bakerjasama dengan Bank Muamalat masjid-masjdi Muhammadiyah bisa tambah makmur baik marbotnya maupun jamaahnya, karena itu tidak ada lagi masjid Muhammadiyah yang tidak atas nama persyarikatan.

Baca Juga:  Peringati Milad dengan Tabligh Akbar

Sesuai instruksi Ketua Umum PP Muhammadiyah Dr Haedar Nashir bahwa semua aset harus atas nama persyarikatan tidak terkecuali masjid-masjid Muhammadiyah, maka Majelis Tabligh Pimpinan Daerah Muhammadiyah Surabaya bergerak cepat untuk melaksanakan instruksi tersebut.

“Mulai tiga bulan yang lalu kita sudah sosialisasi ke takmir-takmir masjid Muhammadiyah se-Surabaya untuk segera mengurus IMB bagi masjid yang belum.” tuturnya. “Saya yakin semua visi dan misinya untuk menyiarkan Islam yang benar yaitu membangun masyarakat yang adil dan makmur, masyarakat Islam yang sebenar-benarnya dengan berdasar Al Quran dan Assunnah shahihah.” tambahnya.

Ketua Pimpinan Cabang Muhammadiyah gubeng ini juga menyampaikan tiga prinsip dalam berorganisasi. Prinsip pertama, bahwa Majelis Tabligh itu adalah bagian daripada PDM, artinya organisasi teretruktur, yang komandonya dari atas oleh karena itu secara organisasi semua sama tidak ada perbedaan.

Baca Juga:  Ibunda dari Anggota Majelis Tabligh PWM Jatim Berpulang

Prinsip yang kedua, kata dia. Bahwa Majelis Tabligh itu adalah pembantu PDM, tugas Majelis Tabligh adalah mengangkat dan memberhentikan takmir sama juga dengan Majelis Dikdasmen tugasnya mengangkat dan memberhentikan kepala sekolah.

Kemudian prinsip yang ketiga adalah apapun keadannya kalau sudah masa jabatannya habis maka harus ada pergantian dan melaporkan pertanggung jawaban ke Muhammadiyah. Pada akhir sambutannya Ustadz Suhadi mengajak kepada semua yang hadir pada acara itu untuk menjaga hubungan yang baik. “Semoga Allah memberikan hidayah, nikmat, karunia dan taufik sehingga kita masih tetap berjuang di organisasi Muhammadiyah, dan mudah-mudahan apa yang telah kita niatkan dan kita amalkan selalu mendapatkan balasan yang lebih baik disisi Allah baik di dunia maupun di akhirat,”. pungkas Ustadz Suhadi. (habibie)

Baca Juga:  Empat  Hakekat Puasa Menurut Imam Al Ghozali