Kunci Sukses Dakwah: Program yang Dikonsolidasikan Diiringi Kualitas Spiritual

79
Hikmah Press
Nadjib Hamid memberikan sambutan di acara Diklat Amil, Rakorsus, dan Tour de Baksos Lazismu Jatim (foto: Aan/pwmu.co)

PWMU.CO-Ada tiga kunci keberhasilan supaya warga Muhammadiyah-Aisyiyah mampu menggerakan aktivitas dakwahnya dengan baik. Apakah itu? Wakil Ketua Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM) Jawa Timur Nadjib Hamid menerangkan kuncinya. “Pertama, warga Muhammadiyah-Aisyiyah harus aktif menggerakkan dakwah dan memiliki konsep atau program yang bagus,” tegas Nadjib Hamid dalam pembukaan acara Diklat Amil, Rakorsus, dan Tour de Baksos Lazismu Jatim, Jumat (30/3/2018).

Selain Nadjib Hamid, kegiatan yang digelar di halaman Kantor Layanan Lazismu Probolinggo, kompleks Perumahan Semampir Kraksaan, Kabupaten Probolinggo ini juga dihadiri jajaran pimpinan Lazismu Jatim. Juga tampak ratusan peserta yang ikut hadir dalam kegiatan Diklat Amil, Rakorsus, dan Tour de Baksos Lazismu tersebut.

iklan

Supaya bisa sukses, lanjut pria asal Paciran Lamongan ini, warga Muhammadiyah harus membuat konsep dan program bagus. Kemudian, kata dia, konsep dan program yang sudah dibuat tersebut dijalankan secara aktif. Dengan begitu, gerakannya akan terus diwarnai dengan perencanaan matang dan implementasi, sehingga tidak hanya berhenti hanya di tataran teori semata.

“Ada rencana sekaligus juga aksi. Inilah yang akan menghindarkan diri kita dari hanya pintar ngomong semata,” ucap Nadjib Hamid.

Kunci kedua, kata Najib, warga Muhammadiyah-Aisyiyah harus mampu mengkonsolidasikan para penggerak program secara solid bersama para pimpinan dengan baik. “Semua dikonsolidasikan secara matang dan mantap,” tegas dia.

Sedangkan kunci ketiga, lanjut dia, warga Muhammadiyah-Aisyiyah harus selalu meningkatkan kualitas spiritualitasnya kepada Allah Swt. “Kita harus tingkatkan kadar ketaqwaan kita kepada Allah swt,”  terangnya.

Ketiga kunci keberhasilan tersebut, kata dia, merupakan tafsir al-Quran Surat Ali Imran ayat (200). Mantan anggota KPU Jatim ini menambahkan, bahwa mengurus Muhammadiyah adalah mengurus dakwah. Artinya, jelas dia, ada aspek spiritualitas di dalamnya. Untuk itu, dari awal mengurus Muhammadiyah harus dilandasi dengan niat tulus dan dengan spirit menggembirakan.

“Saya tidak meragukan niatan dari para pejuang Lazismu yang saat ini hadir,” aku dia.

Di samping aspek dakwah, Najib juga mengingatkan bahwa mengurus Muhammadiyah adalah terkait dengan soal bagaimana mengurus manusia. Karena itu membutuhkan aspek manajerial. “Mengurus manusia Muhammadiyah itu perlu aspek manajerial yang baik,” tandasnya.(Aan