Lazismu Harus Populer agar Kerja Amil Lebih Mudah

73
Hikmah Press
Aan Haryanto/pwmu.co
Zainul Muslimin saat mengisi Diklat amil LAZISMU.

PWMU.CO – Lazismu daerah se-Jawa Timur harus mampu menjadi solusi atau jalan keluar bagi daerahnya, terutama untuk bisa menopang gerakan dakwah Muhammadiyah di daerahnya masing-masing.

Ketua Lazismu Jawa Timur Drh Zainul Muslimin menyampaikan harapannya itu saat memberikan pengatar acara Diklat Amil dan Rakorsus Lazismu Jatim di Hotel Ratna Kota Probolinggo, Jumat malam (30/3/2018).

iklan

Menurut Zainul, adanya Lazismu daerah diharapkan sudah cukup untuk bisa mem-back up gerakan dakwah Muhammadiyah di suatu daerah yang tidak memiliki amal usaha besar. Apakah  itu pendidikan, kesehatan. Syaratnya, Lazismu di suatu daerah harus aktif bergerak menghimpun dana umat.

“Lazimu harus menjadi jalan keluar untuk bisa menggerakkan dakwah Muhammadiyah di daerah yang tidak memiliki amal usaha Muhammadiyah (AUM) sama sekali. Bukan sebaliknya malah menjadi beban,” pesannya di hadapan peserta

Baca Juga:  Tiga Kunci Sukses Dakwah Muhammadiyah

Karenanya, lanjut Zainul, para amil Lazismu harus terus memacu semangatnya dalam kegiatan pengumpulan dana zakat, infak, shodaqoh dan kemanusiaan (Ziska). “Yang penting itu masih tetap ada semangat dalam menggerakkan Lazismu. Karena Allah swt menjanjikan yang serius mengurus umat akan dipermudah segala urusannya,” tuturnya.

Zainul pun membayangkan billlboard Lazismu bisa terpasang di berbagai lokasi strategis di Jatim. Bila perlu, billboard Lazismu bisa terpasang di pintu Bandara Juanda Surabaya. Hal itu, kata dia, penting sebagai media publikasi memperkenalkan Lazismu kepada masyarakat luas.

“Jika Lazismu terkenal, maka pekerjaan pentasyarufan amil Lazismu akan lebih mudah. Para amil tinggal datang ke muzaki dengan gagah, tanpa harus memperkenalkan diri orang sudah percaya,” ungkapnya.

Baca Juga:  Tiga Kunci Sukses Dakwah Muhammadiyah

Sebaliknya jika masyarakat tidak kenal dengan Lazismu, maka ketika amil datang orang akan bertanya banyak tentang Lazismu dan programnya. “Itu memperberat kerja amil,” tandasnya.(Aan Hariyanto)