Aisyiyah Jadi Motor Pemberantasan TB di Tulungagung

172
Hikmah Press
endah wijayanti/pwmu.co
Cut Malahayati dari Aisyiyah saat menyampaikan materi pelatihan kepada kader TB Tulungagung.

PWMU.CO- Peringatan Hari TB (TB Day) Sedunia diadakan setiap 24 Maret. World TB 2018 menjadi momen dunia termasuk Indonesia untuk lebih mengampanyekan pemberantasan penyakit Tuberculosis (TB).

World TB Day 2018 ini juga diperingati Dinas Kesehatan Kabupaten Tulungagung menggandeng SSR TB HIV Care Aisyiyah Tulungagung dengan menggelar pelatihan kader pemberantasan penyakit TB selama tiga hari di Hotel Narita, Tulungagung, yang dimulai Senin (2/4/2018).

iklan

Menurut Kabid Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Dinas Kesehatan Tulungagung, Anna Sapti Saripah, SKM, semakin meningkatnya kasus TB di Tulungagung, harus diimbangi dengan penambahan jumlah kader TB yang ada di kecamatan agar tidak terus bertambah.

“Kami patut berterima kasih kepada Aisyiyah yang selama ini telah mempelopori pelatihan kader TB di delapan kecamatan di Tulungagung. Sekitar 48 kader TB Aisyiyah telah menjalankan amanah sejak 2016. Dan saatnya sekarang Dinkes mengikuti jejak Aisyiyah berjuang memutus mata rantai penyebaran TB di Tulungagung,” kata Anna Sapti Saripah.

Pada pelatihan kali ini ada 230 calon kader dari 11 kecamatan di Tulungagung yang dilatih oleh SSR TB-HIV Care Aisyiyah untuk menjadi kader pemberantasan penyakit TB. Harapannya 230 kader dari 11 kecamatan yang belum dilatih Aisyiyah ini mampu mensosialisasikan, menemukan dan mendampingi pasien TB seperti yang telah dilakukan kader-kader TB Aisyiyah sehingga pada 2030 Tulungagung benar benar bebas TB.

Sementara itu, koordinator SSR TB-HIV Care Aisyiyah Tulungagung, Cut Malahayati mengatakan timnya siap menjadi fasilitator bagi calon kader TB agar mereka benar-benar menguasai sehingga pada kader ini bisa menjadi pendamping pasien TB yang andal.

SSR TB-HIV Care Aisyiyah merupakan program penanggulangan TB berbasis masyarakat dari Majelis Kesehatan Aisyiyah di bawah pembinaan Pimpinan Pusat Aisyiyah. Dalam melaksanakan tugasnya, mereka berkoordinasi dengan SR dan SSR yang berkedudukan di provinsi dan kabupaten/kota di seluruh Indonesia. (endah wijayanti)