Bantu Korban Rumah Terbakar yang Anaknya Penderita Thalasemia

78
Hikmah Press
Fandi/pwmu.co
Gilang, kanan, bersama amil Lazismu Ponorogo.

PWMU.CO-Sehari setelah mendapat kabar dari MDMC (Muhammadiyah Disaster Management Center) terjadi kebakaran di Dukuh Petuk Desa Selur Kec. Ngrayun Kab. Ponorogo, Lazismu setempat segera meluncur ke rumah Karni, buruh tani, yang rumahnya terbakar, Jumat (30/3/2018).

Rumah terbuat dari kayu dan gedek terbakar bagian belakang. Bagian dapur dan ruang tengah ludes. Rumah ini dihuni oleh Karni, istri dan anak semata wayangnya, Gilang. Lemari ikut hancur sehingga pakaian penghuni rumah habis. Begitu juga peralatan sekolah milik Gilang.  Kebakaran diduga berasal dari korsleting listrik.

iklan

Gilang masih duduk di bangku kelas 4 Sekolah Dasar. Tapi ada kelainan pada diri anak ini sehingga membuat orangtuanya khawatir. ”Si tole niku sami kaleh lare-lare, tapi sakben sasi niku kedah teng griyo sakit, kagem transfusi darah,” ujar ibunya Gilang yang menceritakan setiap anaknya harus ke rumah sakit untuk transfusi darah.

Transfusi darah dibutuhkan untuk anak yang menderita thalasemia. Thalasemia adalah penyakit kelainan darah yang ditandai dengan kondisi sel darah merah mudah rusak atau umurnya lebih pendek dari sel darah normal (120 hari). Akibatnya penderita mengalami gejala anemia di antaranya pusing, muka pucat, badan sering lemas, sukar tidur, nafsu makan hilang, dan infeksi berulang.

Thalasemia terjadi akibat ketidakmampuan sumsum tulang membentuk protein yang dibutuhkan untuk memproduksi hemoglobin sebagaimana mestinya.  Hemoglobin merupakan protein kaya zat besi yang berada di dalam sel darah merah dan berfungsi sangat penting untuk mengangkut oksigen dari paru-paru ke seluruh bagian tubuh yang membutuhkannya sebagai energi.

Karni menceritakan, sebenarnya Gilang punya kakak tetapi sudah meninggal dunia karena penyakit yang sama. Dia menjelaskan, biaya transfusi darah sangat mahal Rp 3 juta. Namun dia bersyukur karena mendapatkan BPJS.

Bayu dari Lazismu Ponorogo, menerangkan  lewat program Save Our School, Lazismu memberikan peralatan sekolah berupa tas, buku, alat tulis, seragam, dan sepatu. Wajah Gilang tampak gembira setelah menerima bingkisan sepatu dan tas baru berisi buku, alat tulis, seragam.

”Bantuan ini berasal dari donatur Lazismu Ponorogo kemudian disalurkan lewat beberapa program untuk membantu kaum dhuafa. Kami mengucapkan terimakasih sebanyak-banyaknya kepada para muzaki yang telah menyisihkan rezeki kepada Lazismu,” tuturnya. (Fandi)

Layanan Jemput Donasi Hubungi

-Novi Ayu :0822-3428-3459

– Bayu      :089-632-872388

-Fandi      :0823-3877-6772