Terinspirasi Ledakan Tabung Elpiji, Botol Informan Siswa Berlian School Juara I Lomba Karya Cipta Alat Peraga

218
Hikmah Press
Penyerahan tropi oleh Sekretaris Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Gresik Drs. Nur Iman Syoleh MM, pada Zevana Hamdan Zahuri Kisna (kiri) dan Berliana Abidatillah Mumtazah (MNQ/PWMU.CO)

PWMU.CO – Ledakan tabung gas elpiji yang pernah menimpa salah satu wali murid SD Muhammadiyah 2 GKB Gresik ternyata menginspirasi dua siswa sekolah berjuluk Berlian School ini untuk menciptakan alat inovasi.

Dalam Lomba Karya Cipta Alat peraga dan Penelitian Ilmiah Pelajar Jenjang SD/MI-SMP/MTs Tahun 2018 yang diadakan oleh Dinas Pendidikan Kabupaten Gresik, Selasa (10/4/2018), “Bias”, alat peraga yang mereka temukan, berhasil menjadi Juara I Bidang IPA.

iklan

Bias atau singkatan dari Botol Informan Ambang Suhu Ruangan diciptakan oleh dua siswa Kelas V, yaitu Zevana Hamdan Zahuri Kisna dan Berliana Abidatillah Mumtazah. Alat ini mampu mendeteksi panas dan mencegah risiko kebakaran.

“Kami membuat alat ini karena pernah ada wali murid di sekolah yang terkena ledakan tabung elpiji 3 kg. Akhirnya kami membuat Bias,” ungkap Zeva—panggilan Zevana Hamdan Zahuri Kisna.

Dia menjelaskan, Bias tersusun atas tiga botol kaca yang saling berhubungan melalui selang. “Di mana tabung yang di tengah berisi air berwarna merah. Jika air merah yang dibotol tengah ini terpapar panas yang berlebihan maka air merah akan memuai dan menyentuh kabel positif dan kabel negatif,” urainya.

Kondisi itu, tambah Zefa, akan memicu bel untuk berbunyi sehingga kita bisa melakukan tindakan untuk menyelamatkan diri agar terhindar dari ledakan kompor gas LPG.

“Bias bekerja dengan mengeluarkan bunyi saat suhu ruangan panas,” jelasnya usai menerima piala. “Kami ingin Bias mampu diterapkan di dapur rumah, sekolah, maupun warung kopi sehingga mengurangi risiko terjadi kebakaran,” imbuhnya.

Para juara dari SD Muhammadiyah 2 GKB Gresik berfoto bersama. (ZAW/PWMU.CO)

Kepala Sekolah SD Muhammadiyah 2 GKB Mochammad Nor Qomari SSi menyambut gembira atas prestasi ini. “Alhamdulillah prestasi alat peraga Bias tahun 2018 ini merupakan hattrick juara dalam lomba ini. Sebelumnya, pada tahun 2016, karya anak-anak berupa alat peraga “Kerungu” atau Klakson Tuna Rungu meraih Juara I untuk. Dan pada tahun 2017, “Bangsabu” alias Kumbang Penghisap Debu juga berhasil menjadi Juara I,” tutur Ustadz Ari—sapaan karibnya—dengan wajah berbunga-bunga.

Dia juga menjelaskan, untuk tahun ini alat peraga “Geostik Berlian” meraih Juara III Bidang Matematika.

Para siswa-siswinya, dia berharap agar mereka peka terhadap setiap permasalahan yang terjadi di lingkungannya dan berusaha untuk mencari solusi dari permasalah tersebut. “Harapan saya anak-anak bermanfaat bagi lingkungannya. Saya yakin, ke depan, mereka menjadi peneliti-peneliti handal Indonesia,” harapnya. (MNQ)