Harap Senang Ada Ujian, Inilah Sudut Pandang Baru Kehidupan

205
Hikmah Press
Munir/pwmu.co
Meniup balon hingga meletus ibarat menghadapi ujian.

PWMU.CO-Harap Senang Ada Ujian. Tulisan itu bukan salah cetak. Tapi upaya untuk mengubah cara pandang bahwa menghadapi ujian itu harus menyenangkan bukan menegangkan seperti kebiasaan selama ini. Saking tegangnya sehingga selalu dipasang pengumuman Harap tenang Ada Ujian.

Perubahan cara pandang itu disampaikan oleh Kang Abdurrahman, motivator pendiri Saung Sinau Abdurrahman Kediri, dalam acara Malam Bina Iman Takwa di SD Muhammadiyah Ngadiluwih 1 Kediri, Jumat (13/4/2018). Acara ini diikuti para siswa kelas 6 dan orangtuanya.

iklan

Baca Juga : Orangtua dan Murid Berjanji Saling Dukung Hadapi Unas

Dalam motivasinya Kang Rahman, panggilan Abdurrahman, mengatakan, ujian itu pasti selalu ada dalam hidup kita. Karena ujian menjadikan kita menjadi manusia yang lebih kuat. Realitas ini harus dipahami dan dihadapi dengan perasaan senang.

Baca Juga:  Takjil...Takjil...Silakan...Teriak Murid-Murid Sekolah Ngadiluwih Itu

”Kita naik ke ruangan ini tadi pasti melewati beberapa anak tangga, ya seperti itulah hidup kita. Semakin tinggi mimpi kita maka semakin tinggi pula anak tangga yang harus kita lalui,” ujar Kang Rahman.

Untuk memudahkan pemahaman jangan takut menghadapi ujian dan tantangan, dia memberikan permainan kepada semua peserta. Masing-masing peserta diberi balon. Kemudian dia memerintahkan agar balon itu ditiup terus hingga meletus.

Maka semua peserta meniup balon. Ada yang kesulitan karena kehabisan nafas, balon kempis lagi. Ada yang sudah meniup sekuatnya tapi balon tidak meletus juga. Ada yang meniup sambil takut menghadapi letusan balon.  ”Ayo…ayo…jangan takut sama balon, terus tiup… tiup… tiup sampai meletus, selesaikan ujian ini,” tambah Kang Rahman.

Baca Juga:  Takjil...Takjil...Silakan...Teriak Murid-Murid Sekolah Ngadiluwih Itu

Selang beberapa detik ada balon meletus. Doorr. Suaranya mengagetkan orang. Tapi kemudian mereka tertawa. ”Hore aku bisa,” ujar Galih Isnu, seorang siswa. Tak lama berselang balon pun saling meletus bersautan di ruang itu.

”Seperti itulah ujian yang akan kalian lalui, kalian harus hadapi, hayati, dan nikmati,”celetuk Kang Rahman. Dengan cara demikian ujian menjadi sangat menyenangkan. Tidak perlu tegang menghadapinya.

Guru Kelas 6 Hasan Basori menjelaskan, acara Mabit ini digelar dengan tema Harap Senang Ada Ujian bertujuan murid-murid diharapkan bisa menghadapi UASBN dengan nyaman, senang dan bukan malah terbebani apalagi sampai galau. Orangtua juga diminta memberi dukungan kepada anaknya sewajarnya jangan memberi target yang malah membebani anaknya. (Munir)

Baca Juga:  Takjil...Takjil...Silakan...Teriak Murid-Murid Sekolah Ngadiluwih Itu